Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sanae Takaichi Tantang Xi Jinping: Pernyataan Soal Taiwan Tak Akan Dicabut Meski China Ancam Ekonomi Jepang

 Kisruh Jepang-China Memanas, dari 'Potong Leher' Kini Peringatan Warga - Transindonesia.co

Repelita Tokyo - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan tegas menyatakan tidak akan mencabut pernyataannya mengenai kemungkinan krisis di Selat Taiwan yang dapat mengancam keberadaan Jepang meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah Tiongkok baik melalui jalur diplomatik maupun ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi sebagai respons atas kecaman Beijing yang menilai ucapannya telah melanggar prinsip satu Tiongkok dan mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

“Mengenai situasi yang mengancam keberadaan Jepang, pemerintah akan membuat penilaian komprehensif berdasarkan seluruh informasi yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi spesifik dari setiap situasi aktual yang muncul,” ungkap Sanae Takaichi sebagaimana dikutip pada Jumat 21 November 2025.

"Saya sendiri telah berulang kali menyampaikan posisi ini dalam berbagai tanggapan saya. Sikap pemerintah tetap konsisten," lanjut perdana menteri perempuan pertama Jepang itu dengan nada mantap.

Takaichi tercatat sebagai pemimpin Jepang pertama dalam beberapa dekade terakhir yang secara eksplisit menghubungkan potensi konflik di sekitar Taiwan dengan kemungkinan mobilisasi pasukan pertahanan diri Jepang untuk menjaga keamanan nasional.

Tiongkok langsung merespons dengan serangkaian tindakan balasan termasuk menangguhkan impor produk makanan laut dari Jepang, menunda persetujuan distribusi film Jepang, serta mendorong pembatalan ratusan ribu tiket wisata dari Tiongkok ke Jepang oleh agen perjalanan setempat.

Meski demikian Takaichi tetap berusaha menjaga pintu dialog terbuka dengan mengingatkan komitmen bersama yang telah disepakati saat bertemu Presiden Xi Jinping pada pertemuan puncak APEC bulan Oktober lalu.

"Presiden Xi dan saya menegaskan arah besar untuk memajukan hubungan strategis dan saling menguntungkan serta membangun hubungan yang konstruktif dan stabil. Tidak ada perubahan sama sekali pada sikap ini,” tegas Takaichi lagi.

Namun pihak Beijing melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning kembali menyampaikan peringatan keras bahwa Jepang harus segera mencabut pernyataan kontroversial tersebut jika tidak ingin menghadapi konsekuensi lebih lanjut.

Pertemuan tingkat pejabat antara kedua negara yang digelar awal pekan ini juga dilaporkan tidak membuahkan kemajuan signifikan karena Tiongkok masih bersikeras menuntut pencabutan resmi pernyataan Takaichi.

Perseteruan ini menjadi tantangan diplomasi pertama yang cukup berat bagi Sanae Takaichi sejak resmi menjabat sebagai perdana menteri Jepang pada bulan Oktober tahun ini.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved