
Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo dengan tegas menolak segala bentuk perdamaian maupun permintaan maaf kepada Presiden ke-7 Joko Widodo dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu dan bahkan menyebut justru Jokowi yang seharusnya meminta maaf kepada rakyat Indonesia.
Kalau damai itu, dua-duanya mengakui ada perdamaian, ga usah ada syarat. Denger-denger kan (harus) minta maaf, apanya yang minta maaf? Dia yang harus minta maaf ke seluruh rakyat ke Indonesia karena sudah membohongi rakyat, ujar Roy Suryo dalam program Interupsi bertajuk 'Roy Suryo Cs Melawan, Tolak Damai dengan Jokowi' di iNews pada Kamis 27 November 2025.
Ketika ditanya apakah bersedia datang ke kediaman Jokowi untuk berdamai, Roy langsung menolak mentah-mentah.
Kok saya datang? Salahnya apa? Datang ke tempat netral, buka ijazah depan publik seperti yang dilakukan Pak Arsul Sani, itu bagus, itu negarawan, katanya.
Wakil Ketua Umum Pro Jokowi Freddy Damanik yang hadir dalam acara yang sama menegaskan bahwa pihak Jokowi tidak pernah mengeluarkan wacana mediasi, baik secara langsung maupun melalui kuasa hukum.
Kita sama-sama tahu kenapa rencana mediasi ramai di publik, ketika R-KUHAP disepakati, diputuskan, kemudian Ketua Komisi III (DPR), saya rasa wacana mediasi itu bagus, hanya kan seperti kata Prof Jimly ini, mau atau tidak kedua belah pihak, ucap Freddy.
Yang kami lihat, Pak Jokowi belum pernah melemparkan wacana mediasi, kalau pun ada pasti kami juga akan terima arahan itu, bangun narasi, dan segala macam, tambahnya.
Dengan sikap penolakan keras dari Roy Suryo cs, Freddy menyatakan bahwa satu-satunya jalur penyelesaian yang tersisa hanyalah melalui putusan pengadilan.
Memang sebagai orang hukum melihat ini kan sudah lama menjadi perhatian publik, polemik, ini memang saya melihat satu-satunya jalan adalah diputuskan melalui putusan pengadilan. Artinya, putusan pengadilan akan memberikan kepastian hukum bagi para pihak walaupun ada yang tidak setuju dengan putusan tersebut, katanya.
Editor: 91224 R-ID Elok

