Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Refly Harun Bongkar Sugeng Teguh Santoso: Ketua IPW Ternyata Caleg PSI

Repelita Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun secara terbuka menyentil Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso karena dianggap tidak netral saat membahas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo yang menyeret Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai terdakwa.

Refly menegaskan bahwa posisi Sugeng sebagai kader sekaligus calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia membuat pernyataannya cenderung membela Jokowi sehingga tidak layak mewakili suara independen lembaga pengawas kepolisian.

Perdebatan panas keduanya terjadi dalam acara diskusi Rakyat Bersuara yang disiarkan iNews pada Rabu (19/11/2025).

Awal mula perdebatan bermula ketika Sugeng menyatakan bahwa Roy Suryo dan timnya harus menghadirkan ahli berkelas internasional agar mampu membantah keterangan ahli dari penyidik kepolisian di persidangan.

“Misalnya Rismon itu ahli digital forensik, tetapi apakah dia bisa berbicara untuk di persidangan itu? Tidak bisa. Karena kekuatan pembuktian seorang terdakwa nyaris tidak diperhitungkan,” ujar Sugeng.

Ia menyarankan agar dihadirkan profesor dari Jepang yang pernah mengajar ahli forensik tersebut agar argumen lebih kuat di mata hakim.

“Bukan ahli tata negara ya, secara melambung-lambung ya,” tuturnya.

Menurut Sugeng segala argumentasi panjang lebar dalam pledoi hanya akan dianggap sebagai pembukaan semata oleh majelis hakim.

“Karena nanti di dalam pledoinya itu hanya menjadi opening statement. Mau 2.000 halaman, hakim bilang bahwa segala hal yang disampaikan dalam pendahuluan telah dibaca dan tidak mengenai pokok perkara,” tambah Sugeng.

Refly langsung menanggapi dengan menyinggung latar belakang politik Sugeng yang membuatnya tidak objektif.

“Biar jelas ya, Sugeng ini caleg PSI, jadi sudah wajar aja ngomong gitu,” kata Refly dalam kesempatan sama.

Sugeng meminta Refly menyerang isi argumentasinya bukan latar belakang pribadi.

“Anda harus menyerang argumentasi saya dong,” jawab Sugeng.

Refly tetap bersikukuh bahwa afiliasi politik sangat menentukan sudut pandang seseorang.

“Udahlah Anda dari PSI. Kalau Anda murni Police Watch, Anda enggak ngomong begitu. Sudahlah,” kata Refly.

Ia menilai pernyataan Sugeng secara keseluruhan lebih condong membela pihak Jokowi dan menyangkal argumen pakar hukum tata negara Denny Indrayana yang hadir secara daring.

“Udahlah, kita saling menghargai ilmu aja. Kalau Anda dari PSI, Anda mau membela Jokowi, ya silakan saja. Udah, this is your job. Anda ini ya kalau kita menutup latar belakang itu maka kemudian salah satu integritas seseorang adalah berani mengungkapkan siapa dia,” ujar Refly Harun.

“Anda ngomong wo wo wo dan lain sebagainya seolah Police Watch ternyata Anda PSI saya lihat, ini caleg PSI, udah,” tambah Refly.

Sugeng mengakui keanggotaannya di PSI sebagai bagian dari hak politik yang dilindungi konstitusi.

Refly tetap menegaskan bahwa publik berhak tahu afiliasi politik agar tidak tertipu dengan klaim independensi lembaga pengawasan.

“Hak politik Anda karena itu saya hargai, sebagai PSI Anda mendukung Jokowi, sudah selesai kan. Publik jangan ditipu, Anda menipu publik kalau begitu caranya,” kata Refly.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved