
Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui bahwa penurunan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh pertama tahun ini lebih disebabkan oleh ketidaktepatan pengelolaan kebijakan domestik daripada gejolak kondisi internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan pada Kamis 27 November 2025.
Menurutnya, kesalahan dalam tata kelola internal yang telah dilakukan sebelumnya menjadi pemicu utama perlambatan tersebut.
Purbaya menekankan bahwa perbaikan sedang dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan momentum positif.
Karena salah urus di dalam negeri yang sudah kita perbaiki, kata Purbaya.
Data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2025 hanya mencapai 4,87 persen, angka terendah sejak kuartal ketiga 2021.
Kondisi ini berkontribusi pada meningkatnya ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang berujung pada demonstrasi jalanan.
Purbaya menghubungkan gelombang protes tersebut dengan penurunan kinerja ekonomi pada bulan Juni hingga September 2025.
Anda lhiat sendiri, Juni, Juli, Agustus, September turun ke level yang rendah sekali. Itu gambaran ketidakpuasan masyarakat ke kita semua. Bukan ke kita saja, tapi ke kita semua. Jadi itu sehingga gampang sekali mereka turun ke jalan. Kalau kita tidak balik, ekonominya kita dalam keadaan bahaya bukan DPR saja, pungkas Purbaya.
Tanpa intervensi cepat, situasi ekonomi berisiko memburuk dan memengaruhi stabilitas secara keseluruhan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

