Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Prabowo Luncurkan Smartboard Gratis: Akses Pendidikan Digital Merata hingga Daerah 3T untuk 288 Ribu Sekolah Nusantara

Repelita Bekasi - Pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi memperkenalkan inisiatif pemberian papan interaktif cerdas atau smartboard kepada sekitar 288 ribu institusi pendidikan di seluruh wilayah tanah air pada hari Senin tanggal 17 November 2025.

Langkah ini dianggap sebagai elemen kunci dari dedikasi administrasi Prabowo untuk memperluas kesempatan belajar bermutu bagi setiap generasi muda di negeri ini.

Seorang analis kebijakan masyarakat dan urusan negara, Nasky Putra Tandjung, menyatakan bahwa pengenalan tersebut adalah tindakan yang pas serta rencana penting dari pihak berwenang guna mempercepat adopsi inovasi di kalangan lembaga pendidikan.

Menurutnya, pengumuman tentang smartboard ini mewakili awal dari perubahan proses pengajaran yang lebih dinamis dan terhubung secara menyeluruh.

Di samping itu, dalam ranah pengajaran, program semacam ini dapat dijadikan sebagai pandangan luas untuk membangun keturunan yang berkompeten, tangguh, serta mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan era modern sekaligus menghasilkan tenaga kerja berkualitas tinggi yang siap bersaing di kancah internasional.

Dia menambahkan bahwa inisiatif tersebut adalah bukti konkret dari janji Presiden Prabowo untuk meningkatkan standar pengajaran serta meratakan distribusi teknologi digital dalam kegiatan belajar siswa di berbagai sekolah hingga ke daerah terjauh.

Lulusan dari sekolah ekonomi politik Indef di Jakarta itu menganggap bahwa pengenalan sistem pengajaran digital ini adalah salah satu indikasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pendidikan.

Karena itu, sebagai komponen dari kelompok masyarakat madani, kami menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas upaya konkret, tujuan luhur, pengabdian, serta keprihatinan terhadap dunia pengajaran, khususnya bagi masa depan bangsa.

Selain itu, Nasky juga menekankan ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa institusi pendidikan di kawasan terbelakang, terdepan, serta terpencil atau dikenal sebagai 3T akan menjadi fokus utama dalam pembagian Papan Interaktif Digital atau IFP.

Baginya, penyebaran alat bantu pengajaran berbentuk papan interaktif atau smartboard ini merupakan bagian dari agenda besar untuk meratakan mutu pengajaran di tingkat nasional.

Prabowo menjamin bahwa anak-anak di lokasi paling terisolasi juga memperoleh akses terhadap perangkat pengajaran teknologi yang setara dengan yang ada di pusat kota besar.

Menurut pendapatnya, janji kuat dari Presiden Prabowo ini layak mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi para pejabat di departemen terkait supaya bisa melaksanakan visi mulia dari Bapak Presiden tersebut hingga berhasil dan efektif dalam mempercepat kesetaraan akses pengajaran di berbagai wilayah.

Program ini menjadi respons nyata untuk membentuk keturunan yang superior, berkepribadian kuat, serta independen yang siap menghadapi persaingan global.

Inisiatif tersebut akan menjadi fondasi baru bagi perubahan sistem pengajaran di negeri ini.

Program itu dipercaya akan membawa optimisme segar bagi anak-anak di daerah terpencil untuk mengurangi kesenjangan dalam ilmu pengetahuan alam serta inovasi.

Masyarakat memandangnya sebagai keputusan yang tepat menuju era keemasan bagi Indonesia.

Meskipun memberikan pujian terhadap inisiatif tersebut, pendiri Nasky Milenial Center tetap memberikan masukan terkait masalah pengajaran di Indonesia.

Dia mengharapkan agar Presiden Prabowo Subianto tidak mengabaikan situasi pengajaran di wilayah pinggiran, khususnya di area terpencil atau desa.

Contohnya, keadaan sarana pengajaran di daerah yang ruang kelasnya mengalami kerusakan karena kurangnya perawatan dari otoritas, hingga fakta bahwa tenaga pengajar di sana belum menerima upah mereka.

Dia berharap Presiden Prabowo tidak melupakan mereka yang berada di daerah, yang kelasnya rusak, gurunya belum digaji dan lainnya.

Lebih lanjut, menurut Nasky, program pemberian interactive flat panel atau smartboard ini adalah wujud dari ide besar Presiden Prabowo untuk membuka peluang pengajaran unggul bagi anak-anak dari kawasan terbelakang, terdepan, serta terpencil atau 3T.

Ini adalah tindakan nyata menuju kesetaraan sosial serta penyebaran pengajaran secara merata di seluruh negeri.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah secara resmi memperkenalkan inisiatif pemberian interactive flat panel atau smartboard kepada 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Pengumuman itu dilakukan secara simbolis di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin tanggal 17 November 2025.

Prabowo juga menyempatkan diri untuk mengamati penerapan smartboard dalam aktivitas belajar mengajar di kelas sembilan.

Hari ini kita meresmikan program pembelajaran digitalisasi di mana cukup besar prestasi yang kita capai, sudah 75 persen dari semua sekolah di Indonesia, sudah menerima panel interaktif (IFP).

Prabowo menyampaikan bahwa penyediaan smartboard untuk 288 ribu sekolah tersebut adalah komponen dari agenda digitalisasi pengajaran.

Selain smartboard, digitalisasi pengajaran juga melibatkan penyediaan komputer jinjing serta bahan ajar dan pembinaan bagi pengajar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved