:strip_icc()/kly-media-production/medias/5413393/original/013726600_1763129059-PHOTO-2025-11-14-20-16-58.jpg)
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tampak mengemudikan kendaraan buggy sambil mengajak Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Kerajaan Yordania untuk menghadiri acara jamuan makan malam resmi di Istana Negara pada hari Jumat tanggal 14 November 2025, di mana momen tersebut berlangsung setelah keduanya menyelesaikan agenda diskusi penting di Istana Merdeka.
Prabowo dengan ramah mempersilakan Raja Abdullah II untuk duduk di kursi samping kirinya saat naik ke kendaraan buggy tersebut guna menuju lokasi acara utama.
Selama perjalanan singkat itu Prabowo terlihat rileks sambil melakukan obrolan ringan dengan tamu negara tersebut sambil tetap fokus mengendalikan kendaraan.
Di bagian belakang kendaraan itu terdapat putra Prabowo yaitu Didit Hediprasetyo beserta Sekretaris Pribadi Presiden bernama Rizky Irmansyah yang ikut serta dalam rombongan.
Sementara itu kendaraan buggy lain yang mengikuti di belakang membawa beberapa pejabat tinggi dari Kabinet Merah Putih termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono serta Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ditambah lagi Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.
Rombongan tersebut juga meliputi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beserta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang semuanya turut serta dalam perjalanan menuju tujuan.
Sesampainya di area samping Istana Negara maka Prabowo bersama Raja Abdullah II langsung turun dari kendaraan buggy itu lalu memasuki gedung untuk memulai agenda jamuan makan malam di mana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Dalam salah satu sesi pertemuan sebelumnya Prabowo sempat mengingat kembali pengalamannya ketika diterima dengan hangat oleh almarhum Raja Hussein yang merupakan ayah dari Raja Abdullah II lebih dari dua puluh tahun silam.
Prabowo menyatakan bahwa Raja Hussein menerimanya dengan penuh keramahan dan ia hampir lupa persis berapa tahun lalu kejadian itu terjadi mungkin sekitar 25 hingga 29 tahun yang lalu sehingga hal tersebut menunjukkan betapa eratnya ikatan antara kedua pihak.
Ia menambahkan bahwa dirinya selalu mengenang waktu-waktu yang dihabiskan di Yordania dengan perasaan penuh kehangatan dan rasa syukur.
Prabowo menjelaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Yordania bukan sekadar ikatan diplomatik formal melainkan juga melibatkan dimensi emosional yang mendalam bagi dirinya secara pribadi.
Menurutnya hubungan resmi kedua negara telah terbentuk sejak 74 tahun lalu tepatnya pada bulan Oktober tahun 1951 dan secara pribadi ia memiliki keterkaitan perasaan yang kuat dengan negeri tersebut.
Prabowo menyebutkan bahwa ikatan personal semacam itu kini menjadi dasar yang semakin memperkokoh kolaborasi antara Indonesia dan Yordania di berbagai sektor seperti pendidikan serta keamanan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia memberikan penghargaan kepada pemerintah Yordania karena telah bersedia menerima serta memberikan pelatihan kepada banyak generasi muda dari Indonesia hingga saat ini.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sangat menghargai Yordania dan berkomitmen untuk terus memperdalam kerjasama strategis di masa mendatang sehingga hubungan kedua negara memasuki tahap yang lebih dalam dan berarti.
Raja Abdullah II juga berbagi cerita tentang kedekatan serta persahabatannya dengan Prabowo di mana ia mengenang momen ketika memperkenalkan Prabowo kepada ayahandanya almarhum Raja Hussein sebagai seorang saudara.
Raja Abdullah II mengungkapkan bahwa ia selalu menceritakan kepada ayahnya tentang persahabatan istimewa ini dan ketika Prabowo datang ke Yordania maka ayahnya bertanya siapa orang tersebut lalu ia menjawab bahwa Prabowo adalah saudaranya sehingga ayahnya pun menyatakan jika Prabowo adalah saudaramu maka ia juga adalah saudaraku.
Sejak saat itu menurutnya ikatan dengan Prabowo semakin kuat dan tidak pernah pudar serta ia menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang penuh kehangatan dari Prabowo dan pemerintah Indonesia.
Raja Abdullah II menutup dengan menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan besar baginya untuk kembali mengunjungi Indonesia dan seperti yang disebutkan sebelumnya hubungan yang dimiliki Prabowo dengan almarhum Raja Hussein sekitar 27 hingga 28 tahun lalu membuat kami menjadi teman selama bertahun-tahun dan akhirnya menjadi saudara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

