Langkah tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan eksekutif PSSI yang berjumlah 15 orang sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi citra organisasi.
Bung Harpa menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat memberikan peringatan serius kepada Erick Thohir terkait potensi kegagalan dari keputusan tersebut.
Ini bahaya loh.
Kalau sampai gagal Anda bisa dihabisi.
Menurut Harpa, Erick Thohir sendiri yang menginformasikan rencana itu kepada Prabowo dan justru mendapat balasan berupa peringatan tegas karena dianggap terlalu berani bertindak sendirian.
Istilahnya ET ngasih tahu ke Presiden, waktu pemecatan Shin Tae-yong yang diganti Kluivert.
Harpa menilai pola one man show seperti itu memang menguntungkan jika berhasil karena semua pujian akan tertuju pada Erick.
Namun saat gagal seperti yang terjadi ketika Timnas gagal lolos kualifikasi Piala Dunia 2026, maka beban tanggung jawab sepenuhnya jatuh padanya.
Sehingga kalau sukses memang Bapak itu (EY) yang akan menerima semua kreditnya.
Tapi kalau gagal, ya seperti saat ini juga.
Kini setelah pemecatan Kluivert pada 16 Oktober 2025, proses pencarian pelatih baru PSSI tampaknya kembali ke pendekatan kolektif dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Bung Harpa memperkirakan hal ini menjadi salah satu penyebab lambatnya pengumuman pengganti baru meskipun proses telah berlangsung sejak sebulan lalu.
Sekarang sepertinya kembali ke pola kolektif.
Editor: 91224 R-ID Elok

