Perintah itu disampaikan langsung saat ia meresmikan lima infrastruktur sekaligus di lokasi Jembatan Kabanaran, Bantul, Yogyakarta pada Rabu 19 November 2025.
"Saya mohon para bupati dan wali kota kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan," tegas Prabowo dalam sambutan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia mengaku terharu sekaligus kasihan melihat ratusan anak sekolah berjejer di pinggir jalan sambil menahan panas terik matahari hanya untuk melambaikan tangan kepada rombongannya.
Presiden langsung memerintahkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk segera menerbitkan surat edaran resmi yang melarang praktik tersebut ke seluruh kepala daerah.
"Kalau mereka mau lihat mungkin bisa dari televisi. Kalau saya mau periksa saya akan masuk ke ruang kelas saja," tambahnya sambil tersenyum.
Prabowo mengakui bahwa melihat wajah ceria anak-anak selalu memberinya tambahan semangat dan membuatnya merasa lebih muda.
"Saya juga tambah semangat, saya tambah muda karena energi dari mereka, tapi saya kasian mereka nunggu lama di bawah panas terik matahari," ujarnya dengan nada prihatin.
Ia khawatir jam belajar para pelajar menjadi berkurang hanya karena menyambut kedatangannya, apalagi rombongan presiden sering melintas dengan cepat sehingga tidak sempat berhenti menyapa.
"Kadang-kadang konvoi saya lajunya cepet dan saya enggak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka ya," jelasnya.
Acara peresmian kali ini mencakup Jembatan Kabanaran yang sebelumnya bernama Jembatan Pandansimo, Jembatan Sungai Sambas di Kalimantan Barat, Underpass Gatot Subroto di Medan, Flyover Canggung di Magelang, serta Underpass Jogo di Solo.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa kelima proyek tersebut menelan biaya total Rp1,97 triliun dengan panjang keseluruhan 5,5 kilometer serta menyerap tenaga kerja sebanyak 10.461 orang.
Lokasi Jembatan Kabanaran dipilih sebagai titik utama peresmian karena memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bekas markas Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I saat melawan penjajah Belanda.
"Nilai kepahlawanan dan kebersamaan dari lokasi inilah yang ingin kita hidupkan kembali. Spirit perjuangan pangeran Mangkubumi yang kali itu bergelar Sunan Kabanaran, sudah dinobatkan pada 11 Desember 1749," papar Dody dalam sambutannya.
Editor: 91224 R-ID Elok

