
Repelita Cirebon - Seorang lelaki asal Cirebon di Jawa Barat membagikan kisah pribadinya tentang proses transplantasi ginjal melalui postingan TikTok yang menjadi viral di kalangan pengguna media sosial.
Prosedur medis tersebut dia lakukan setelah menderita penyakit gagal ginjal tahap akhir yang mengharuskannya menjalani hemodialisis secara rutin dua kali setiap pekannya.
Fhares Audhenari Mutaqin yang berusia 28 tahun sebagai seorang pengusaha peternakan ayam di wilayah Cirebon mengisahkan bahwa semuanya dimulai sejak tahun 2021 saat dia melangsungkan pertunangan dengan pasangannya.
Setelah acara lamaran itu dia mulai merasakan gangguan kesehatan yang membuat tubuhnya rentan terhadap penyakit.
Pada September 2021 akhirnya dokter memvonis dia mengalami gagal ginjal stadium lima dengan tingkat fungsi organ yang hanya tersisa sepuluh persen saja.
Setelah 4 tahun cuci darah 2 kali seminggu akhirnya bisa transplantasi ginjal dan berhenti cuci darah, tulis Fhares dalam salah satu unggahannya seperti yang dikutip pada Selasa 11 November 2025 dengan persetujuan dari yang bersangkutan.
Ketika diwawancarai Fhares menjelaskan bahwa dia berhasil menjalani operasi transplantasi ginjal pada September 2025.
Sebelumnya dia melakukan cuci darah di fasilitas kesehatan di Cirebon namun kemudian memilih beralih ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta untuk prosedur tersebut.
Pemindahan ke rumah sakit di ibu kota dilakukan karena tempat cuci darah lamanya di Cirebon tidak memiliki layanan transplantasi ginjal.
Saya operasi 8 September, alhamdulillah saya dapat donor dari keluarga sendiri yang ikhlas membantu, katanya.
Jalur yang ditempuh Fhares hingga bisa melakukan transplantasi ginjal memerlukan waktu yang tidak singkat.
Sebelum operasi dilaksanakan dia wajib melalui berbagai tahapan persiapan meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh beserta administrasi serta sesi edukasi dan advokasi termasuk evaluasi psikiatri hingga tes kesesuaian genetik.
Seluruh rangkaian prosedur itu menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua bulan lamanya.
Setelah semua rampung dia masih harus menanti jadwal operasi selama kurang lebih tiga minggu ke depan.
Jadi total dari pertama kali mendaftar sampai operasi sekitar 2,5 bulan, sambungnya.
Setelah menjalani operasi keadaan fisiknya semakin pulih dari hari ke hari.
Dia merasa sangat bersyukur atas kesempatan menjalani transplantasi ginjal sehingga akhirnya bisa terbebas dari rutinitas cuci darah.
Sejak pasca bedah dia tidak lagi mudah merasa kelelahan dan mampu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang lebih besar.
Seperti diketahui pasien dengan gagal ginjal yang bergantung pada cuci darah biasanya dianjurkan untuk membatasi asupan cairan harian mereka.
Empat tahun terakhir cuma bisa minum 600 ml per hari, alhamdulilah sekarang bisa 2-3 liter per hari, tandasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

