
Repelita Jakarta - Perdebatan sengit antara pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari dan loyalis Presiden ke-7 RI, Jokowi, Mardiansyah Semar, menjadi sorotan publik setelah komentar terkait kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 memicu polemik.
Diskusi panas itu bermula ketika Mardiansyah menyatakan bahwa kemenangan Prabowo Subianto tidak lepas dari peran signifikan Jokowi dalam memengaruhi hasil pemilu.
Feri Amsari menanggapi pernyataan tersebut dengan menyindir, bahwa klaim Mardiansyah meragukan legitimasi kemenangan Prabowo dan memberi kesan bahwa keberhasilan politiknya bergantung pada Jokowi.
“Pernyataan bang Mardi ini menarik loh, beliau baru saja mengatakan bahwa yang menang sesungguhnya itu bukan Prabowo, tapi orang memilih Prabowo karena Jokowi,” kata Feri dikutip pada Jumat (7/11/2025).
Mardiansyah kemudian menepis anggapan bahwa dirinya merendahkan kontribusi Prabowo, dan menegaskan bahwa dukungan Jokowi merupakan faktor penting kemenangan pasangan Prabowo-Gibran.
“Pak Prabowo sendiri yang menyampaikan bahwa dukungan pak Jokowi yang menyebabkan dia menang. Dan itu di forum Gerindra dia sampaikan,” ujar Mardiansyah.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak bermaksud menafikan peran Prabowo, namun hanya menekankan pengaruh Jokowi dalam perolehan suara.
Feri Amsari menanggapi kembali dengan tegas, menilai narasi itu menunjukkan adanya ketergantungan politik antara pemerintahan Prabowo dan pengaruh Jokowi.
“Sudah ketahuan kok dari awal ini permainan memanfaatkan kekuasaan untuk mempertahankan banyak kepentingan ekonomi. Itu bukan ekonomi rakyat,” tegas Feri.
Pakar hukum ini juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menegaskan kedekatannya dengan Jokowi dan menyebut bahwa susunan kabinet Prabowo masih banyak diwarnai wajah-wajah lama dari pemerintahan sebelumnya.
“Ingat bahwa 50 persen dari kabinet Jokowi itu tetap berkuasa, ada di kabinet Prabowo. Jadi wajah Jokowi masih ada,” jelas Feri.
Ia menegaskan bahwa sejumlah loyalis Jokowi, termasuk Mardiansyah, tetap menempati posisi penting dalam pemerintahan baru, yang menurutnya tidak lepas dari imbal jasa politik karena membantu kemenangan Prabowo.
“Apa kemudian kalau bukan imbal jasa? Dari peran Jokowi yang berlebihan dengan kecurangan pemilu dan berbagai hal. Sehingga diteriakkan berkali-kali, hidup Jokowi,” pungkas Feri. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

