Repelita Medan - Ratusan pendeta, frater, dan calon pastor memadati kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro untuk menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari pada Senin (10/11/2025).
Para pemuka agama Katolik dan Protestan itu hadir tidak hanya sebagai peserta aksi, tetapi juga berperan menenangkan massa saat ketegangan meningkat.
Pantauan di lokasi menunjukkan Frater Ucok Manurung bersama rekan-rekannya aktif meredam emosi demonstran yang mencoba masuk ke kantor Gubernur karena belum ditemui Gubernur Bobby Nasution.
Ucok sempat mengimbau, Kawan-kawan tenang ya, jangan emosi, jangan terprovokasi, sembari melambaikan tangan ke arah massa.
Direktur Program Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat, Rocky Pasaribu, menegaskan aksi itu bertujuan memastikan Gubernur menutup PT TPL dan meyakinkan publik bahwa tuntutan warga terdengar.
Rocky menyebut gerakan ini merupakan aksi kolektif dari warga yang menderita akibat intimidasi perusahaan, melibatkan mahasiswa, masyarakat sekitar Danau Toba, dan warga Tapanuli Selatan.
Hingga pukul 15.00 WIB, massa masih bertahan menunggu kedatangan Gubernur Sumatera Utara, menunjukkan keteguhan dan komitmen terhadap tuntutan penutupan perusahaan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

