Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Terkuak Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Bawa 7 Bom, 4 Meledak, 3 Gagal, Puluhan Korban Dirawat, Polisi Dalami Motif

 SISWA RAKIT BOM - Tim kepolisian dari Polda Metro Jaya bergerak cepat. Rumah FN pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta digeledah, tujuan penggeledahan ini mencari bukti tambahan dan memastikan keterkaitan antara barang-barang yang ditemukan di rumah FN dengan temuan di lokasi ledakan. (Kolase TribunTrends/TribunJakarta)

Repelita Jakarta - Suasana siang di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang biasanya tenang saat salat Jumat, berubah menjadi penuh kepanikan setelah terdengar ledakan keras pada Jumat siang, 8/11/2025.

Guru, siswa, dan warga sekitar langsung berhamburan menyelamatkan diri saat asap membumbung dari lokasi kejadian dan suara jeritan minta tolong memenuhi area sekolah.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengonfirmasi adanya tujuh bahan peledak saat insiden itu terjadi.

Dari tujuh bahan peledak tersebut, empat di antaranya meledak di dua titik berbeda, sementara tiga lainnya berhasil diamankan pihak kepolisian tanpa sempat meledak.

Bahan peledak yang tidak aktif kini disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, meski polisi belum merinci jenis bahan peledak yang digunakan.

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya juga melakukan penggeledahan di rumah FN, pelaku ledakan, untuk mencari bukti tambahan dan mengaitkan temuan di rumah dengan lokasi ledakan di sekolah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, mengunjungi korban di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu siang, 8/11/2025.

Total korban tercatat 96 orang, dengan 29 masih dirawat di rumah sakit dan sisanya diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Rincian korban yang dirawat mencakup 14 orang di RS Islam Cempaka Putih, 14 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina, dengan 2 orang masih mendapatkan perawatan di ICU.

Polisi menduga ledakan di SMAN 72 dikendalikan menggunakan remote control, namun hal ini masih menunggu hasil analisis tim Jihandak dan Laboratorium Forensik Polri.

Penyelidikan melibatkan Densus 88, Polda Metro Jaya, dan Puslabfor Mabes Polri untuk mengungkap cara perakitan dan pengoperasian alat peledak, serta memeriksa serbuk mencurigakan di lokasi kejadian.

Hingga kini, belum ada indikasi keterkaitan pelaku dengan jaringan teror tertentu, meski semua kemungkinan masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan barang bukti elektronik.

Tim penyidik mencatat adanya tulisan berbahasa Inggris “Welcome to Hell” dan “For Agartha” pada senjata mainan yang ditemukan, yang kini menjadi bahan kajian lebih lanjut.

Jumlah korban awal yang tercatat 54 orang kemudian diperbarui menjadi 96 orang, dengan 29 orang masih menjalani perawatan dan 67 lainnya telah kembali ke rumah dalam kondisi membaik.

Polda Metro Jaya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi hingga hasil resmi penyelidikan dari Kapolri dan tim gabungan diumumkan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved