Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mahfud MD dan Sudirman Said Buka-bukaan Soal Kasus Petral dan Godaan Kekuasaan

 Mahfud MD dan Sudirman Said di Podcast Terus Terang

Repelita Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD bertemu kembali dengan Sudirman Said dalam podcast Terus Terang yang digelar pada pekan ini, menghadirkan suasana berbeda tanpa ketegangan politik.

Obrolan dimulai dengan diskusi soal perkembangan kasus Petral. Mahfud menyebut Jaksa Agung membuka kembali jalur hukum yang sebelumnya mandek sejak pembubaran Petral pada 2015, dan menekankan pentingnya kerja sama antarpenegak hukum agar kasus korupsi tidak terhenti di tengah jalan.

Ia menambahkan, siapa pun yang merasa aman karena kekuasaan atau perlindungan politik tetap berada dalam risiko saat sirkulasi kekuasaan berjalan.

Sudirman menanggapi dengan pandangan bahwa perubahan konstelasi politik kerap membuka peluang bagi penegakan hukum yang sempat tersendat. Ia menegaskan tidak bersyukur atas penangkapan seseorang, tetapi bersyukur ketika hukum dijalankan sebagaimana mestinya.

Diskusi bergeser ke sisi personal, membahas masa kecil, pendidikan, dan perjalanan hidup kedua tokoh. Sudirman bercerita tentang pengalaman hidup sebagai anak yatim, berpindah-pindah rumah demi sekolah, bekerja sebagai kernet angkot, pedagang, hingga loper koran di Amerika, yang kemudian membentuk tanggung jawab moral untuk mengabdi.

Mahfud juga mengenang masa kecil di pesantren dan hidup dari beasiswa sebelum menempuh studi di Columbia University. Ia menekankan pentingnya menjaga demokrasi sebagai sarana memberikan peluang bagi setiap individu.

Keduanya mengakui tidak selalu berada di kubu politik yang sama, namun hal itu tidak mengganggu hubungan personal. Sudirman menyebut Mahfud pernah memberi dukungan moral saat ia menghadapi tekanan politik, kalimat itu membantunya tetap teguh di jalur yang benar.

Mahfud menambahkan bahwa lingkungan yang koruptif sering menjerumuskan orang idealis, dan integritas menjadi kunci agar tetap berada di jalur benar.

Pada akhir perbincangan, pembawa acara menyoroti benang merah yang terserak: pendidikan, nilai perjuangan, reformasi yang belum tuntas, serta panggilan hati untuk tetap bergerak meski berada di luar pemerintahan.

Dua sahabat itu menutup sesi dengan pesan kuat bahwa jabatan dan kubu politik bisa berganti, tetapi integritas dan keberpihakan pada kepentingan publik tidak boleh bergeser.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved