Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko Tak Ingin Anggaran Rp 540 T Hanya untuk Bansos dan BLT, Sebagian Untuk Kemandirian Ekonomi

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko Tak Ingin Anggaran Rp 540 T Hanya untuk  Bansos dan BLT, Sebagian Untuk Kemandirian Ekonomi - Jawa Pos

Repelita Jakarta - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa dana negara sebesar Rp540 triliun yang selama ini dialokasikan setiap tahun untuk program pengentasan kemiskinan tidak boleh lagi terbuang percuma hanya untuk bantuan sosial dan uang tunai semata.

Menurutnya, pola penyaluran bantuan langsung selama ini ibarat menabur garam ke lautan yang tidak meninggalkan dampak berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Budiman Sudjatmiko menyampaikan pandangan tersebut di kantor BP Taskin, Jakarta, pada Senin, 24 November 2025, dengan menekankan perlunya transformasi besar-besaran menuju kemandirian ekonomi masyarakat miskin.

Ia menginginkan anggaran raksasa itu menjadi bahan bakar utama bagi terciptanya sistem ekonomi mandiri yang memungkinkan keluarga miskin memproduksi sendiri komoditas pangan serta kebutuhan pokok sehari-hari.

BP Taskin berencana membangun ekosistem semi-tertutup yang tetap terbuka bagi pasar, sehingga masyarakat miskin dapat menghasilkan barang bernilai ekonomi tinggi secara berkelanjutan.

Salah satu program unggulan yang digagas adalah pendirian Sekolah Rakyat khusus bagi keluarga tidak mampu, sebagai sarana perubahan pola pikir dan pelepasan dari lingkaran kemiskinan struktural.

Budiman Sudjatmiko menyebut inisiatif ini sebagai lompatan transformasi yang akan mengangkat derajat keluarga miskin dari kekumuhan menuju kemandirian sejati.

Ia juga menyambut positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan memanfaatkan aset sitaan hasil korupsi sebagai sumber dana tambahan untuk mempercepat agenda pengentasan kemiskinan secara nasional.

BP Taskin memastikan seluruh program akan terhubung erat dengan revitalisasi makan bergizi gratis, penguatan badan usaha milik desa, serta pembentukan koperasi khusus bagi warga miskin agar aktif berproduksi setiap hari.

Pendekatan ini diharapkan mengakhiri ketergantungan jangka panjang terhadap bantuan tunai dan menciptakan multiplier effect ekonomi di tingkat akar rumput.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved