
Repelita Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berencana menggelar pertemuan akbar para kiai sepuh di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, sebagai upaya menyelesaikan ketegangan internal yang muncul belakangan ini.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa forum tersebut akan melibatkan ulama senior serta seluruh unsur kepemimpinan Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.
Meskipun tanggal pelaksanaan belum ditetapkan secara pasti, kata Yahya, para kiai yang hadir dalam silaturahim sebelumnya telah menyepakati agar pertemuan segera direalisasikan.
Yahya berharap kegiatan di Lirboyo nanti dapat membuka ruang penyelesaian yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi organisasi.
Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki landasan konstitusional yang kuat berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang harus menjadi acuan utama.
Setiap ucapan atau tulisan dari pihak manapun, lanjut Yahya, wajib diukur dengan ketentuan yang telah tertuang dalam sistem aturan organisasi tersebut.
Dalam pertemuan silaturahim yang dihadiri sekitar lima puluh kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra Utara, para ulama menyatakan keprihatinan mendalam atas risalah rapat harian Syuriah yang memuat desakan agar Yahya mundur dari jabatannya.
Mereka secara bulat menghendaki agar semua permasalahan dikembalikan kepada mekanisme AD/ART serta diselesaikan secara musyawarah tanpa memperlebar jurang perbedaan di kalangan pengurus.
Risalah rapat harian Syuriah PBNU yang digelar pada Kamis, 20 November 2025 di Jakarta dan dihadiri tiga puluh tujuh dari lima puluh tiga anggota pengurus tersebut telah menjadi bahan perbincangan luas di masyarakat.
Dokumen yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar itu memuat poin yang meminta Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum.
Yahya menegaskan bahwa hingga saat ini ia belum menerima dokumen resmi apapun terkait keputusan tersebut.
Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf mengajak seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan untuk tetap menjaga ketenangan dan suasana yang kondusif di tengah dinamika organisasi yang sedang berlangsung.
Editor: 91224 R-ID Elok

