Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Isu Reshuffle Purbaya Menguat Usai Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Proyek Whoosh

 RESHUFFLE MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut akan terkena reshuffle dari jabatannya karena proyek kereta cepat. (Instagram @menkeuri)

Repelita Jakarta - Riuh dunia maya kembali bergema setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap memikul tanggung jawab penuh atas proyek Kereta Cepat Whoosh.

Pernyataan yang dimaksudkan untuk menunjukkan ketegasan seorang pemimpin itu justru menimbulkan reaksi berantai di ruang publik.

Warganet menyoroti arah kebijakan politik, posisi keuangan negara, hingga dugaan perbedaan pandangan di lingkar kabinet.

Tak lama kemudian, muncul kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan akan terkena reshuffle.

Isu itu berhembus lantang karena Purbaya disebut tidak sepenuhnya sejalan dengan arah pembiayaan proyek tersebut.

Kabar itu menjalar cepat, memicu spekulasi liar tentang dinamika internal pemerintahan.

Momen ketika Prabowo menegaskan tanggung jawab atas Whoosh justru menjadi titik balik perhatian publik.

Alih-alih menyoroti komitmen presiden, warganet ramai membicarakan isu reshuffle dan kemungkinan perbedaan sikap di lingkar kekuasaan.

Partai Gerindra pun ikut terseret dalam arus diskusi daring yang kian memanas.

Dalam unggahan akun resmi @gerindra di TikTok pada Kamis, 6 November 2025, ribuan komentar membanjiri kolom tanggapan.

Salah satu yang mencuri perhatian datang dari akun @wonggunungZN yang menulis: Min, beritanya Pak Purbaya kok mau direshuffle sih?

Komentar itu mencerminkan rasa penasaran publik terhadap situasi di tubuh pemerintahan.

Menariknya, admin akun Gerindra merespons dengan gaya khas media sosial yang singkat namun penuh makna.

Hanya satu kata ditulis: Yaakali.

Respons tersebut langsung viral dan dianggap sebagai bentuk penolakan halus atas isu reshuffle.

Publik menilai, satu kata itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa isu perombakan kabinet belum memiliki dasar kuat.

Di sisi lain, pernyataan Prabowo soal utang proyek Whoosh juga menjadi sorotan.

Presiden menegaskan proyek transportasi publik tidak boleh hanya dilihat dari sisi untung-rugi, melainkan dari manfaatnya bagi rakyat.

“Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh. Whoosh itu, semua pabrik transportasi di seluruh dunia jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat nggak untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation,” ujar Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.

Pernyataan itu memicu dua pandangan publik.

Sebagian menilai Prabowo menunjukkan sikap visioner dan tangguh dalam melanjutkan proyek strategis nasional.

Namun, sebagian lain menilai presiden sedang memikul beban politik dan finansial dari proyek era sebelumnya.

Spekulasi kian menguat setelah CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberi sinyal bahwa pemerintah akan menggunakan APBN untuk membayar utang Whoosh melalui skema Public Service Obligation (PSO).

“Skema PSO ini sedang dimatangkan agar pembiayaan proyek tidak membebani operasional jangka panjang,” ujar Rosan.

Ucapan itu memperkuat dugaan publik bahwa beban utang yang sebelumnya diungkap Menkeu Purbaya kini benar-benar menjadi tanggungan negara.

Situasi ini membuat posisi Purbaya kian disorot di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved