
Repelita Jakarta - Akademisi dr Tifa kembali menegaskan sikapnya enam hari setelah menjalani pemeriksaan terkait analisis ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo melalui unggahan di akun X @DokterTifa pada 22 November 2025.
Ilmu Pengetahuan tidak perlu mediasi dan negosasi ruang dialog tetap saya hormati, tulis dr Tifa.
Dalam dunia ilmu pengetahuan kebenaran tidak dinegosiasikan dan tidak dimediasi ia harus diuji dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
dr Tifa menolak segala bentuk mediasi atau negosiasi karena perjuangannya murni demi menjaga integritas ilmu pengetahuan bukan untuk kepentingan politik kelompok mana pun.
Yang saya bela bukan kepentingan politik melainkan marwah ilmu pengetahuan yang tidak boleh diperlakukan semena-mena.
Ia menjelaskan posisinya tetap independen berbasis data dan analisis objektif tanpa bisa diklaim oleh pihak tertentu.
Saya hanya menjalankan kewajiban akademik untuk mengingatkan bangsa ini tentang pentingnya kepemimpinan yang lahir dari proses yang sehat dan matang.
dr Tifa mengaku bersyukur dukungan masyarakat terus mengalir deras karena memahami esensi perjuangannya yang jauh dari aroma politik praktis.
Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo Subianto yang sedang mengawal reformasi sektor hukum dan kepolisian sebagai proses yang tidak mudah.
Saya akan selalu siap memberikan pandangan akademik kapan pun diperlukan selama hal itu membawa manfaat bagi bangsa.
Selama negara menempuh jalan pembenahan saya akan ikut serta sebagai akademisi yang kritis jujur dan tetap berani menyampaikan yang benar.
La haula wa la quwwata ila billah Hasbunallah wa ni‘mal wakil ni‘mal maula wa ni‘man nashir.
Editor: 91224 R-ID Elok

