
Repelita Jakarta - Pegiat media sosial yang dikenal sebagai Dokter Tifa, Tifauzia Tyassuma, kembali menegaskan sikapnya di tengah status tersangka yang disematkan kepadanya terkait dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.
Melalui akun X pribadinya pada Kamis (20/11/2025), ia menyatakan bahwa seluruh perjuangannya, termasuk membongkar dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 RI, semata-mata dilandasi niat membawa kebaikan bagi bangsa dan negara.
“Bila negara, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menggerakkan langkah-langkah menuju pembenahan dan perbaikan, maka saya akan berdiri bersama arus kebaikan itu,” tulisnya.
Dokter Tifa menegaskan bahwa tindakannya tidak pernah didasari motif politik apalagi kepentingan kelompok atau pribadi untuk meraih jabatan maupun keuntungan materi.
“Motivasi saya murni pengabdian. Ilmu adalah amanah, dan menggunakan ilmu untuk memperkuat bangsa adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.
Ia menyatakan akan tetap berada di jalur akademisi yang kritis, jujur, dan berani menyuarakan kebenaran selama negara terus bergerak ke arah perbaikan yang lebih baik.
“Selebihnya, saya berserah diri sepenuhnya kepada Allah. La hawla wa laa quwwata illa billah. Hasbunallah wa ni‘mal wakil, ni‘mal maula wa ni‘man nashir,” tutupnya.
Saat ini Dokter Tifa bersama tujuh aktivis lainnya masih menjalani proses hukum sebagai tersangka yang ditangani Polda Metro Jaya atas kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo.
Editor: 91224 R-ID Elok

