Menurut Chusnul, ucapan tersebut tidak hanya meremehkan peran Megawati sebagai tokoh politik senior, melainkan juga melupakan kontribusi luar biasa yang telah diberikan Megawati terhadap perjalanan karier politik Presiden ke-7 Joko Widodo beserta seluruh anggota keluarganya.
Ia menilai bahwa Megawati telah mengorbankan banyak hal demi mendukung Jokowi, sementara balasan yang diterima justru terasa seperti pengkhianatan yang menyakitkan.
Megawati dan semua kader PDIP sudah memberikan yang terbaik tapi Jokowi malah membalas dengan ingin menghancurkan Megawati dan PDIP, anjing aja ga sampai seperti ini, tulis Chusnul melalui akun X @ch_chotimah2 pada 24 November 2025.
Chusnul kemudian menguraikan secara rinci berbagai keputusan strategis Megawati yang menjadi fondasi utama bagi keberhasilan Jokowi di panggung politik nasional.
Megawati menjadi pemimpin partai pertama yang memberi kesempatan kepada Jokowi, yang saat itu masih dianggap sosok biasa, untuk maju sebagai calon Wali Kota Surakarta pada 2005 setelah ditolak berulang kali oleh partai-partai lain.
Ia juga menyoroti bagaimana Megawati rela menghadapi konflik internal, termasuk berselisih dengan mendiang suaminya Taufik Kiemas, demi mempertahankan dukungan rekomendasi PDI Perjuangan bagi Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012.
Selain itu, kepercayaan Megawati kepada Jokowi membawanya rela menghadapi tuduhan pelanggaran Perjanjian Batu Tulis dari kubu lawan saat Pilpres 2014, meskipun Jokowi sama sekali tidak memiliki ikatan darah biologis dengan keluarga Soekarno.
Megawati memanfaatkan wewenangnya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan untuk membuka jalur bagi Jokowi maju di Pilpres 2014 dan 2019, termasuk memberikan dukungan penuh tanpa syarat.
Ia bahkan mengesampingkan kader senior seperti mantan Wali Kota Medan Akhyar Nasution demi membuka peluang bagi Bobby Nasution, menantu Jokowi, di Pilkada Medan 2020.
Tak hanya itu, Megawati membatalkan pencalonan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo agar Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, bisa maju sebagai calon di Pilkada Surakarta 2020.
Chusnul menekankan bahwa semua bentuk keberpihakan dan pengorbanan tersebut telah dilakukan Megawati secara maksimal tanpa mengharapkan imbalan apa pun selain kemajuan bangsa.
Semua yang terbaik, yang bisa diberikan oleh Nenek itu telah diberikan kepada Jokowi dan keluarganya. Ya, Nenek itu bernama Megawati Soekarnoputri, tegas Chusnul dalam cuitannya yang sama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

