Repelita Jakarta - Pengamat politik menilai langkah Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, bergabung ke Partai Gerindra tidak tepat apabila motifnya untuk mencari perlindungan politik.
Para kader Gerindra disebut tidak ingin partainya dijadikan tempat berlindung bagi pihak yang tengah menghadapi masalah hukum.
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dikenal tegas dan tidak mentolerir kader yang bermasalah hukum.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menekankan bila tujuan Budi Arie merapat ke Gerindra adalah untuk menghindari tekanan hukum, langkah tersebut justru keliru.
Beberapa DPC Gerindra menolak wacana bergabungnya Budi Arie karena berangkat dari prinsip menjaga integritas partai dan menolak dijadikan tempat perlindungan politik.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, menanggapi aspirasi kader yang menolak wacana ini dengan santai, menyebutnya sebagai dinamika yang wajar dalam politik.
Menurut Dasco, perbedaan sikap kader dalam menerima atau menolak bergabungnya Budi Arie adalah hal biasa dalam dinamika internal partai.
Budi Arie diperingatkan bahwa jika niatnya mencari perlindungan politik, langkahnya akan sia-sia karena Gerindra tidak akan melindungi kader yang bermasalah hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

