
Repelita Jakarta - Kader PDI Perjuangan Ranting Pacar Kembang Surabaya Muhammad Ariyadi menuding Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali sengaja melancarkan serangan terhadap partainya demi mengamankan posisi dari ancaman penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi pasca penyitaan uang miliaran rupiah dari rumahnya.
Pegiat media sosial Chusnul Chotimah ikut merespons tudingan tersebut dengan nada sinis yang menyoroti motif Ahmad Ali yang terkesan berusaha mendekatkan diri pada kubu pendukung Joko Widodo sambil terus menyerang PDI Perjuangan.
"Pantas semangat banget jilat Jokowi & serang PDIP.," tulis Chusnul Chotimah dalam postingannya pada Jumat 21 November 2025.
Chusnul Chotimah juga mengingatkan bahwa KPK telah menyita uang tunai Rp3,49 miliar beserta dokumen, barang bukti elektronik, tas, serta jam tangan mewah dari kediaman Ahmad Ali pada Februari 2025.
Menurutnya, serangan Ahmad Ali terhadap PDI Perjuangan yang disebut sebagai partai lama Joko Widodo hanyalah strategi untuk mencari perlindungan politik setelah kasus penyitaan tersebut mandek tanpa kejelasan.
Tudingan Ariyadi bermula dari pernyataan Ahmad Ali yang menyebut Joko Widodo tidak lagi dihargai di partai berlambang banteng moncong putih.
"Sepertinya Ahmad Ali sedang menerima order untuk menyerang partai lama Jokowi, yang memecat Jokowi, agar dia aman dari kasus di KPK," kata Muhammad Ariyadi.
Ia menambahkan bahwa dengan penyitaan barang bukti senilai miliaran rupiah tersebut, Ahmad Ali seolah-olah berhasil lolos dari jerat hukum KPK berkat manuver politiknya.
Chusnul Chotimah menilai pola serangan Ahmad Ali semakin membuktikan adanya upaya sistematis dari PSI untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus yang menimpanya.
Editor: 91224 R-ID Elok

