![]()
Repelita Jakarta - Anggota Partai Gerindra, Andre Rosiade, meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kembalinya Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Andre menilai langkah tersebut rasional karena STY sudah memahami kultur dan kondisi sepak bola Tanah Air.
Menurut Andre, dari sisi anggaran dan efisiensi, mengembalikan STY merupakan pilihan yang lebih praktis dibanding mencari pelatih baru.
Pernyataan Andre ini muncul di tengah kursi pelatih Timnas Indonesia yang masih kosong setelah Patrick Kluivert mengundurkan diri.
Selain Andre, pakar komunikasi politik Effendi Gazali juga menyebut kembalinya STY bisa menjadi solusi bagi kondisi sepak bola Indonesia saat ini.
Effendi mencontohkan kasus Arab Saudi yang memulangkan Herve Renard setelah sebelumnya digantikan Roberto Mancini sebagai bukti bahwa langkah semacam itu memungkinkan.
Presiden Prabowo disebut kecewa setelah Timnas Indonesia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mendukung keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan Kluivert setelah kegagalan tersebut.
Publik menilai keinginan Andre wajar mengingat Timnas Indonesia kini banyak diisi pemain diaspora.
Pengamat sepak bola Haris Pardede mengatakan dukungan pemimpin negara penting untuk menentukan arah prestasi sepak bola Indonesia.
“Dulu, saat Erick Thohir mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI tahun 2023 pasti ada restu Presiden Jokowi.
Maka ketika Presiden Prabowo berdiskusi dengan Erick Thohir untuk kebaikan sepak bola Indonesia, itu hal yang wajar dan positif,” ujar Haris.
Nama Shin Tae-yong kembali menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi 2-3 dan Irak 0-1 di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini membuat harapan Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 sirna.
STY dinilai tepat memimpin karena mampu mengembangkan banyak pemain potensial seperti Rizki Ridho, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, dan Marselino Ferdinan.
Selain itu, ia hampir membawa Indonesia ke putaran final Olimpiade Paris 2024.
Ke depannya, langkah PSSI untuk menata kembali Timnas Indonesia akan menjadi sorotan publik setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

