
Repelita Aceh - Pemerintah mengumumkan penemuan ladang gas raksasa dari sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1 di Blok South Andaman, sekitar 65 kilometer lepas pantai utara Pulau Sumatra, Indonesia.
Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter oleh SKK Migas bersama KKKS Mubadala Energy, operator internasional yang berkantor pusat di Abu Dhabi, hanya beberapa bulan setelah temuan besar di sumur Layaran-1, yang masih berada di Blok South Andaman.
Hasil pengujian awal menunjukkan sumur ini mampu mengalirkan 47 mmscf/d gas berkualitas dan 1.300 barel kondensat. Walaupun fasilitas pengujian terbatas, kapasitas sumur diperkirakan mencapai 80–100 mmscf/d gas dan lebih dari 2.000 barel kondensat.
Cadangan Migas jumbo yang ditemukan ini diklaim lebih besar dibanding cadangan di Arab Saudi dan Amerika, menempatkan temuan Tangkulo-1 sebagai temuan kedua terbesar dunia pada 2023.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, menyatakan temuan ini diharapkan menarik minat investor asing dan menjadikan Indonesia sebagai portofolio investasi strategis ke depan.
Penemuan ini diyakini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh jika dimanfaatkan dengan tepat dan hasilnya kembali kepada rakyat setempat.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menekankan bahwa pengelolaan migas ini dapat menurunkan angka pengangguran yang selama ini menjadi persoalan utama di Aceh.
Juru bicara gubernur, Teuku Kamaruzzaman, menambahkan bahwa Aceh mengupayakan komposisi keuntungan dari pengelolaan migas agar lebih menguntungkan daerah.
DPR Aceh telah merevisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh, khususnya pasal terkait pembagian keuntungan pengelolaan wilayah laut dan potensi bagi hasil. Hasil revisi kini sedang dibahas ulang dengan harapan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Peraturan saat ini menyebutkan bahwa jika temuan gas berada di luar 12 mil, sebagian besar hasilnya masuk ke Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kedaulatan bangsa sangat tergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi sendiri.
Dalam Pidato Kenegaraan APBN 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Presiden menekankan pentingnya peningkatan produksi migas, percepatan transisi energi bersih, dan subsidi energi tepat sasaran.
Presiden juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan, termasuk surya, hidro, panas bumi, dan bioenergi, agar Indonesia menjadi pelopor energi bersih dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

