Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rocky Gerung Sebut Jokowi Mantan Presiden Paling Kejam, Lebih Bengis dari Soeharto

Repelita Jakarta - Rocky Gerung kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan penilaian keras terhadap mantan Presiden Joko Widodo.

Dalam unggahan di akun Instagram @filosof_in pada Selasa (19/8/2025), Rocky menyebut Jokowi sebagai mantan Kepala Negara yang paling kejam, bahkan lebih bengis dibandingkan era Soeharto.

Ia menyoroti proyek ambisius Ibukota Nusantara (IKN) sebagai salah satu bukti kekejaman Jokowi.

“Apa kurang kejamnya Jokowi, dia bikin IKN, dia jual nggak laku ke China. Dia jual ke Amerika, gak laku. Dia jual ke Mesir, gak laku. Dia jual ke Malaysia, Singapore, gak laku,” kata Rocky.

Karena proyek tersebut tidak laku dijual, Rocky menilai Jokowi memaksa oligarki untuk ambil bagian, dan memindahkan 40 persen APBN ke proyek IKN.

“Lalu akhirnya dia paksa oligarki itu untuk nyumbang di depan, nda cukup. Dia suruh APBN pindahkan 40 persen ke IKN,” ungkapnya.

Rocky menyoroti dampak kebijakan ini terhadap rakyat miskin, menceritakan seorang pria berkeluarga di Kupang yang bunuh diri karena tidak mampu membeli beras.

“Bengisan siapa dengan pak Harto? Tidak pernah ada di zaman Soeharto orang bunuh diri karena gak bisa makan,” ujarnya.

Pria tersebut, menurut Rocky, setiap bulan menunggu Bantuan Langsung Tunai (BLT) di depan kantor desa, namun tetap tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Padahal orang ini setiap bulan di Kupang itu nunggu di pintu gerbang desa untuk dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT),” tambah Rocky.

Rocky menilai bantuan Jokowi justru membuat penerima menjadi tidak produktif dan kurang pintar, karena sebagian besar penerima BLT tidak tamat SMP.

“Bagaimana mungkin kita bicara hal-hal normatif, etik, pada pemilih yang 80 persen tidak tamat kelas 7. Artinya tidak tamat SMP,” imbuhnya.

Ia juga membandingkan pengelolaan sumber daya pada era Soeharto dan SBY, yang menurutnya lebih menguntungkan negara dibandingkan masa Jokowi.

“Zaman pak Harto, pak Harto kurang ajar, dia suruh konglomerat ekploitasi sumber daya. Berapa persen yang kembali ke negara, 35 persen,” jelas Rocky.

“Zaman SBY berapa persen kembali ke negara? 27 persen. Jaman Jokowi 6 persen,” tambahnya.

Rocky menekankan bahwa ambisi proyek infrastruktur Jokowi mengabaikan hak rakyat untuk memperoleh keadilan dan hak emak-emak dalam memastikan anak-anak mereka tidak mengalami stunting.

“Hak untuk dapat keadilan, hak emak-emak untuk dapat nutrisi supaya anak-anaknya punya masa depan tidak mengalami stunting dibatalkan Jokowi melalui proyek infrastruktur yang gak ada gunanya,” tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved