Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Mahasiswa UNM Kibarkan Bendera One Piece di Aksi Tolak RUU KUHP dan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Repelita Makassar - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berlangsung di bawah flyover Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Selasa, 5 Agustus 2025 sekitar pukul 15.07 WITA.

Dalam aksi tersebut, massa pengunjuk rasa mengibarkan bendera bajak laut dari serial One Piece, yang menjadi simbol perlawanan mereka terhadap situasi yang dinilai semakin menyimpang dari prinsip keadilan.

Aksi itu digelar dalam rangka menyuarakan keresahan menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ratusan mahasiswa menyuarakan isu bertajuk 'Indonesia Gelap', yang mereka angkat sebagai cerminan dari kekecewaan terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Sorotan utama dalam aksi ini adalah penolakan terhadap Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Acara Pidana (RUU KUHP) yang dinilai berpotensi mengekang hak-hak sipil dan kebebasan berekspresi.

Para demonstran membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap pemerintah.

Beberapa tulisan yang terpampang antara lain: "Indonesia cemas, tolak RUU KUHP", "Hukum bukan alat penindasan", "Tolak penulisan ulang sejarah Indonesia", serta "Indonesia gelap. Lawan kebijakan sewenang-wenang".

Seorang orator yang merupakan perwakilan dari BEM UNM menyampaikan pernyataan tegas bahwa pihaknya menolak keberadaan RUU KUHP dalam bentuk apa pun.

Ia menilai bahwa para pengambil keputusan saat ini mempertontonkan kebijakan yang merugikan masyarakat luas.

"Menunjukkan bobroknya negara hari ini yang dipimpin Prabowo-Gibran," serunya lantang sambil mengepalkan tangan ke udara.

Orator tersebut juga menuduh bahwa pemerintah tengah mengukuhkan kegagalannya sendiri dengan mengeluarkan kebijakan tanpa proses pembahasan yang menyeluruh dan matang.

Menurutnya, perlawanan yang dilakukan tidak hanya untuk menolak pasal-pasal yang menindas, melainkan juga menentang cara bernegara yang jauh dari suara rakyat.

"Di tengah gelapnya hukum yang dikendalikan kekuasaan, kita harus bersatu menyalakan bara perlawanan," ujarnya menutup orasinya dengan penuh semangat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved