Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Netanyahu dan Donald Trump Klaim Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara Dahsyat di Teheran

 

Repelita Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan resmi melalui siaran televisi pada Minggu 1 Maret 2026 terkait serangan udara masif yang menargetkan pusat ibu kota Iran.

Netanyahu mengklaim bahwa kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah hancur lebur sepenuhnya akibat operasi militer tersebut.

Ia menyatakan adanya indikasi sangat kuat bahwa pemimpin yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade itu telah tewas dalam serangan tersebut.

"Pagi ini, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran… rencana untuk menghancurkan Israel sudah tidak ada lagi, dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," ujar Netanyahu dalam pidatonya.

Serangan ini dilaporkan sebagai operasi gabungan antara Israel dan Amerika Serikat menurut saluran televisi Israel Channel 12.

Setidaknya tiga puluh bom dijatuhkan secara presisi langsung ke kompleks kediaman Khamenei yang menjadi sasaran utama.

Khamenei diketahui berada di bawah tanah saat serangan berlangsung meskipun diyakini tidak berada di dalam bunker perlindungan yang memadai.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan korban tewas mencapai sedikitnya dua ratus satu orang sementara tujuh ratus empat puluh tujuh orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pada Sabtu 28 Februari 2026.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkuat klaim tersebut melalui unggahan di platform Truth Social dengan menyatakan bahwa Khamenei telah meninggal dunia.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump dalam pernyataannya.

Pihak Iran memberikan tanggapan yang sangat berbeda melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News.

Araghchi menegaskan bahwa Ayatollah Ali Khamenei masih hidup dan sehat serta upaya perubahan rezim dari luar tidak akan berhasil.

"Sejauh yang saya ketahui, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup. Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim tersebut," tegas Araghchi dari Teheran.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen maupun bukti visual resmi dari Teheran mengenai kondisi kesehatan Khamenei yang berusia delapan puluh enam tahun tersebut.

Ketidakpastian mengenai nasib Khamenei memicu spekulasi luas tentang potensi ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah jika klaim kematian itu terbukti benar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved