Repelita Jakarta - Kasus dugaan korupsi kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memunculkan beragam reaksi publik.
Salah satunya datang dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar. Lewat akun X pribadinya pada Minggu, 17 Agustus 2025, ia menilai ada drama besar yang tengah dimainkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan perkara tersebut.
Menurut Gus Umar, meski KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman Yaqut, kasus ini berpotensi dibiarkan meredup tanpa kejelasan akhir. Ia bahkan menyampaikan keraguannya terhadap keberanian lembaga antirasuah itu dalam menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh.
“Drama @KPK_RI berlanjut. Nanti hbs geledah dan pencekalan Yaqut kasus ini akan dibiarkan hilang perlahan dan gak jelas endingnya,” tulisnya. Dalam unggahannya, ia menambahkan keraguan bahwa KPK berani bersikap tegas menghadapi Yaqut.
“Kalian percaya KPK berani sama Yaqut?,” sebutnya.
“Saya sih nggak,” lanjut Gus Umar dengan nada pesimistis.
Sementara itu, proses hukum yang dilakukan KPK masih berlangsung. Beberapa waktu lalu, penyidik mendatangi rumah Yaqut di kawasan Condet, Jakarta Timur, untuk melakukan penggeledahan.
Dari operasi tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen penting serta perangkat elektronik, termasuk telepon genggam yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi kuota haji.
Selain itu, Yaqut juga telah diperiksa penyidik dan dikenakan pencekalan agar tidak bepergian ke luar negeri. Tindakan ini dilakukan guna memperlancar jalannya penyelidikan serta mencegah kemungkinan upaya menghilangkan barang bukti.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

