Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Warga Pulau Gag Pasang Badan Demi Tambang Nikel Raja Ampat, Bahlil Klaim Warga Pulau Gag Minta Tambang Nikel Dilanjutkan

 Bahlil: Tambang Nikel Jaraknya 30-40 Km dari Raja Ampat, Jauh dari Wilayah  Pariwisata

Repelita Raja Ampat - Warga Pulau Gag menyatakan dukungan terhadap aktivitas tambang nikel oleh PT Gag Nikel yang masih berlangsung di kawasan mereka.

Mereka menyebut kegiatan tersebut memberi manfaat ekonomi nyata tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Nelayan lokal Fathah Abanovo menyebut hasil tangkapannya tetap stabil.

“Aktivitas penangkapan ikan berjalan seperti biasa, air tetap jernih, kualitas air juga bagus,” ujar Fathah saat ditemui, dikutip dari unggahan Kementerian ESDM (10/6/2025).

Fathah juga menuturkan bahwa perusahaan tambang telah memberikan bantuan nyata kepada warga seperti BBM dan alat tangkap ikan.

Pernyataan senada disampaikan Lukman Harun dari Pelugak yang juga berprofesi sebagai nelayan.

Menurutnya, kondisi laut belum berubah meski kegiatan tambang telah lama berlangsung.

“Air tidak berubah sejak puluhan tahun lalu hingga kini.

Sejak adanya tambang, ikan-ikan karang sebagai tangkapan tidak berubah juga.

Kalau dimakan sendiri, aman,” jelas Lukman.

Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meninjau langsung lokasi tambang bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam.

Bahlil menyebut pemerintah akan terus memverifikasi fakta di lapangan secara langsung.

“Kita terus cek supaya lebih objektif dengan kondisi yang ada,” kata Bahlil di Sorong, Sabtu (7/6/2025).

Gubernur Elisa juga menegaskan bahwa video pencemaran lingkungan yang beredar di media sosial bukan berasal dari lokasi tambang di Pulau Gag.

“Mereka ambil dari mana, kita juga tidak tahu, tapi yang pasti bukan dari penambangan di Pulau Gag,” ujar Elisa.

Ia menyatakan masyarakat di Pulau Gag justru meminta agar tambang tetap berjalan.

“Semua yang ada disitu, kecil, besar, perempuan, tua, muda, mereka menangis, minta Pak Menteri ini tidak boleh ditutup.

Ini harus dilanjutkan,” jelasnya.

Bupati Orideko juga menyuarakan dukungan serupa dari warga yang menyebut tambang menjadi penopang hidup mereka.

“Mereka tidak mau tutup tambang karena itu menopang kehidupan mereka.

Mereka menginginkan itu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan perlunya pengawasan agar lingkungan tetap terjaga.

“Mari sama-sama kita jaga Raja Ampat.

Kita kasih promosi yang baik, jangan sampai Raja Ampat ini jadi negatif,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved