
Repelita Jakarta - Aryanusa Ballroom Menara Danareksa menjadi tempat berlangsungnya momen penting bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada Jumat sore, 16 Mei 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dimulai pukul 14.00 WIB, para pemegang saham menyetujui penunjukan pimpinan baru untuk lembaga keuangan hasil konsolidasi tiga bank syariah milik negara tersebut.
Anggoro Eko Cahyo kini secara resmi menduduki jabatan sebagai Direktur Utama BSI, menggantikan Hery Gunardi yang sebelumnya berpindah ke Bank Rakyat Indonesia.
Anggoro bukanlah sosok baru di dunia keuangan.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan sejak 2021, ia telah memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan dan keuangan nasional.
Kini, ia dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk memimpin bank syariah terbesar di Indonesia di tengah kompetisi ekonomi global dan pertumbuhan pesat layanan keuangan digital berbasis syariah.
Tak hanya perubahan di jajaran direksi, kursi komisaris utama BSI juga mengalami penyegaran.
Muhadjir Effendy, yang dikenal sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di era Presiden Jokowi, resmi dipercaya sebagai Komisaris Utama BSI.
Ia menggantikan Muliaman D. Hadad, sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh pengawas sektor keuangan.
Formasi baru ini mencerminkan kombinasi unik antara kalangan birokrat, regulator, dan ahli ekonomi.
Nama-nama seperti Felicitas Tellulembang, Kamaruddin Amin, Muhammad Syafii Antonio, serta Zaidan Novari turut dipercaya mengisi jabatan strategis di struktur baru manajemen BSI.
Perombakan ini tak semata menjadi ajang perputaran jabatan, melainkan juga sinyal arah baru BSI sebagai pelaku penting dalam pengembangan ekonomi syariah, baik di dalam negeri maupun dalam skala global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

