Repelita Jakarta - Komentator politik Amerika Serikat Tucker Carlson mengklaim bahwa Arab Saudi serta Qatar telah menangkap dan menahan beberapa agen Mossad Israel yang diduga merencanakan aksi pengeboman di wilayah kedua negara tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Carlson dalam programnya pada Senin waktu setempat dan mengutip berbagai sumber pada Selasa 3 Maret 2026 sehingga memicu pertanyaan besar mengenai motif di balik dugaan rencana tersebut.
Carlson mengambil pertimbangan mengapa Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk yang justru sedang menjadi target serangan dari Iran mengingat keduanya berada di pihak yang sama dalam dinamika regional.
Ia menuduh Israel sengaja berupaya menyerang Iran sekaligus Qatar Uni Emirat Arab Arab Saudi Bahrain Oman serta Kuwait sehingga menciptakan kekacauan di antara sekutu Arab Amerika Serikat.
Carlson juga menekankan bahwa tindakan tersebut tampaknya bertujuan untuk memecah belah Arab dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan kawasan yang semakin memanas.
Pernyataan Carlson muncul pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai target di Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 yang melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior lainnya.
Serangan tersebut juga menyebabkan ratusan korban sipil termasuk sekitar seratus lima puluh siswi yang tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan pada tahap awal operasi.
Iran segera melakukan perdamaian dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan serta menutup jalur perdagangan minyak strategis.
Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa mereka telah menargetkan lebih dari lima ratus lokasi milik Amerika Serikat dan Israel menggunakan tujuh ratus drone serta ratusan rudal balistik.
Middle East Eye melaporkan bahwa upaya tersebut tidak dapat memverifikasi secara independen klaim Carlson mengenai penangkapan agen Mossad tersebut sehingga informasi tetap bersifat dugaan tanpa bukti konkret.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

