
Repelita Teheran - Ayatollah Ali Khamenei yang berusia delapan puluh enam tahun telah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun sembilan belas delapan puluh sembilan menggantikan pendiri Republik Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Ia memegang otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan militer dan peradilan sekaligus berperan sebagai pemimpin spiritual negara dengan kekuasaan yang sangat luas.
Selama masa kepemimpinannya Khamenei menghadapi hubungan bermusuhan dengan Barat termasuk sanksi ekonomi ketat serta berbagai gelombang protes domestik terkait masalah ekonomi dan hak asasi manusia.
Ia secara konsisten menyebut Amerika Serikat sebagai musuh nomor satu Iran sementara Israel dianggap sebagai ancaman utama berikutnya yang harus dihadapi.
Kekuatan utama Khamenei terletak pada loyalitas mutlak Korps Garda Revolusi Islam IRGC serta pasukan paramiliter Basij yang memiliki ratusan ribu sukarelawan siap bertindak atas perintahnya.
Khamenei telah lama menegaskan bahwa program nuklir Iran murni untuk tujuan sipil dan bukan untuk pengembangan senjata atom sebagaimana dikonfirmasi oleh intelijen Amerika Serikat serta badan pengawas nuklir PBB.
Namun narasi bahwa Iran mengejar senjata nuklir tetap didorong keras oleh Israel serta sebagian pejabat di pemerintahan Amerika Serikat sehingga menjadikannya target potensial.
Para pejabat Israel dan Amerika Serikat sebelumnya telah mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Khamenei termasuk pernyataan bahwa ia tidak dapat terus eksis sebagai pemimpin.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa seorang diktator seperti Khamenei yang memiliki tujuan menghancurkan Israel tidak boleh dibiarkan bertahan hidup.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan bahwa Israel tidak menutup kemungkinan menargetkan Khamenei secara langsung untuk mengakhiri konflik berkepanjangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah menyatakan bahwa Khamenei seharusnya sangat khawatir karena Amerika Serikat telah mengumpulkan aset militer besar di kawasan Timur Tengah.
Trump juga mengklaim bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi hal terbaik bagi dunia dan bahwa ada orang-orang siap mengambil alih kepemimpinan setelah Khamenei.
Dalam konteks serangan terbaru analis Ali Hashem dari Al Jazeera menilai bahwa operasi AS-Israel jelas bertujuan memenggal elit politik Iran dengan menargetkan Khamenei sebagai simbol kekuasaan tertinggi.
Khamenei menjadi target potensial karena posisinya sebagai pusat kekuatan Republik Islam yang menentang pengaruh Barat serta mendukung kelompok-kelompok proksi di kawasan yang dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat dan Israel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

