
Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam IRGC mendesak agar penggantian Pemimpin Tertinggi Republik Islam segera dilakukan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei menurut sumber yang mengetahui situasi internal tersebut kepada Iran International.
Sumber yang berbicara tanpa menyebut identitas menyatakan bahwa sisa struktur komando IRGC berupaya menyelesaikan keputusan pengangkatan pemimpin baru dalam beberapa jam ke depan khususnya menjelang subuh Minggu 1 Maret 2026.
Karena serangan udara yang masih berlangsung sumber tersebut menjelaskan bahwa tidak memungkinkan menggelar sidang Majelis Ahli yang secara konstitusional bertanggung jawab memilih Pemimpin Tertinggi.
Akibatnya IRGC mendorong proses pengangkatan dilakukan di luar prosedur hukum yang biasa untuk mengisi kekosongan kepemimpinan secepat mungkin.
Laporan yang diterima Iran International juga menggambarkan kekacauan dan kebingungan yang semakin parah di dalam struktur keamanan serta militer Republik Islam pasca-pembunuhan Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Beberapa rantai komando dilaporkan terganggu sehingga penyampaian perintah dan koordinasi operasional menghadapi hambatan signifikan.
Kondisi ini berpotensi memperumit pengambilan keputusan di lapangan serta pengelolaan krisis dalam beberapa jam dan hari mendatang.
Sumber-sumber menyebutkan bahwa sebagian komandan militer serta personel berpangkat lebih rendah menahan diri untuk tidak melapor ke pangkalan dan pusat komando mereka.
Keengganan tersebut muncul akibat kekhawatiran atas serangan berkelanjutan dari Amerika Serikat dan Israel serta risiko fasilitas militer menjadi sasaran berikutnya.
IRGC juga sangat cemas bahwa begitu fajar menyingsing pada Minggu 1 Maret 2026 warga di berbagai wilayah negara mungkin turun ke jalan dan memicu gelombang demonstrasi serta protes baru.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

