Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Bantah Keras Klaim Trump: Pemimpin Tertinggi Khamenei Masih Hidup dan Memimpin Perang

Repelita Washington - Media pemerintah Iran pada Sabtu menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup dan tetap memegang kendali penuh atas negara tersebut.

Pernyataan tersebut secara langsung bertolak belakang dengan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform Truth Social dengan menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk keadilan serta menggambarkannya sebagai salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah.

Ia menegaskan bahwa kompleks kediaman Khamenei yang dijaga ketat telah hancur total dalam operasi pengeboman dan beberapa pejabat tinggi pertahanan Iran juga ikut tewas dalam serangan tersebut.

"Tidak ada satu pun yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan," tulis Trump dalam unggahannya.

Di sisi lain kantor berita Tasnim dan Mehr milik Iran melaporkan bahwa Khamenei tetap teguh memimpin medan perang tanpa terganggu oleh serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News menyatakan bahwa sejauh pengetahuannya Khamenei serta pejabat tinggi lainnya berada dalam kondisi sehat.

Araghchi menuduh pihak lawan melancarkan perang psikologis dan kampanye disinformasi yang disengaja untuk melemahkan Iran.

Kepala humas kantor Khamenei membantah keras klaim kematian tersebut seraya memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap upaya musuh dalam memanipulasi informasi.

Tohid Asadi dari Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Teheran mencatat bahwa belum ada konfirmasi resmi mengenai kematian Khamenei dari ibu kota Iran sehingga statusnya masih menjadi tanda tanya besar di tengah kekacauan militer.

Trump bersumpah akan melanjutkan pengeboman tanpa henti sepanjang minggu atau selama diperlukan hingga mencapai tujuan perdamaian di seluruh Timur Tengah.

Ia mendesak pasukan Garda Revolusi Islam militer serta polisi Iran untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan hukum atau menghadapi kematian pasti.

"Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, Militer, dan Pasukan Keamanan dan Kepolisian mereka lainnya, tidak lagi ingin berperang, dan mencari kekebalan hukum dari kami," tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa mereka yang menyerah sekarang bisa mendapatkan kekebalan sementara yang menolak hanya akan menghadapi akhir yang tragis.

Dalam wawancara terpisah dengan Axios Trump menyatakan memiliki opsi fleksibel baik bertahan lama untuk mengambil alih sepenuhnya atau mengakhiri operasi dalam dua hingga tiga hari.

Para pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat membenarkan serangan sebagai respons pencegahan terhadap ancaman rudal dan ambisi nuklir Iran yang dianggap tidak dapat ditoleransi.

Mereka menunjuk pada serangan balasan Iran terhadap pangkalan Amerika Serikat di Qatar Kuwait Uni Emirat Arab serta Bahrain sebagai bukti nyata ancaman tersebut.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa korban jiwa serta kerusakan akan jauh lebih besar jika Amerika Serikat menunggu hingga diserang terlebih dahulu.

Selama negosiasi akhir Amerika Serikat menawarkan bahan bakar nuklir gratis selamanya kepada Iran namun tawaran itu ditolak karena Iran bersikeras memperkaya uranium sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved