Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Lima Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Rusak Kena Rudal Iran di Pangkalan Udara Saudi

 

Repelita Washington - Lima pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS tertabrak dan rusak di darat di pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, Wall Street Journal melaporkan mengutip dua pejabat AS yang mengetahui langsung insiden tersebut.

Pesawat-pesawat tersebut yang terkena serangan rudal Iran di pangkalan Saudi beberapa hari lalu mengalami kerusakan tetapi tidak hancur total dan sedang dalam proses perbaikan.

WSJ melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan yang menghantam pesawat-pesawat strategis tersebut saat berada di darat.

Menurut laporan WSJ pembaruan terbaru ini menunjukkan bahwa setidaknya tujuh pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS telah rusak atau hancur secara total sejak dimulainya Operasi Epic Fury.

Dikutip dari The Jerusalem Post angka ini menyusul insiden pada hari Kamis di mana dua pesawat pengisian bahan bakar KC-135 bertabrakan di udara.

Tabrakan tersebut mengakibatkan satu pesawat jatuh ke tanah dan menewaskan keenam awak pesawat yang berada di dalamnya.

Keenam awak pesawat yang jatuh tersebut tewas sebagaimana dikonfirmasi oleh Pentagon pada hari Jumat dalam pernyataan resmi mereka.

Tabrakan terjadi di dekat Turaibil di sepanjang perbatasan Irak-Yordania seperti yang dilaporkan oleh CBS News mengutip sumber intelijen Irak.

Pesawat KC-135 kedua telah menyatakan keadaan darurat dan berhasil mendarat dengan selamat di Israel setelah insiden tabrakan tersebut terjadi.

Setelah kecelakaan itu Perlawanan Islam di Irak sebuah kelompok payung dari faksi-faksi bersenjata yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa mereka menembak jatuh KC-135 untuk membela kedaulatan dan wilayah udara negara mereka dari agresi asing.

Selain itu pekan lalu pertahanan udara Kuwait secara keliru menembak jatuh tiga jet tempur F-15 AS selama pertempuran aktif di kawasan.

Insiden tersebut digambarkan oleh Komando Pusat AS sebagai tembakan salah sasaran akibat kesalahan identifikasi target di tengah konflik.

Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dari pesawat dengan selamat dan ditemukan dalam kondisi stabil setelah insiden nahas itu.

Serangkaian insiden ini menunjukkan tingginya intensitas konflik di kawasan dan risiko yang dihadapi personel militer AS dalam operasi mereka.

Pesawat pengisian bahan bakar merupakan aset vital bagi Angkatan Udara AS karena memungkinkan jet tempur beroperasi jarak jauh tanpa henti.

Kerusakan pada pesawat-pesawat ini dapat mempengaruhi kemampuan AS untuk melancarkan serangan udara berkelanjutan terhadap target di Iran.

Iran sendiri terus melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai pangkalan militer AS di kawasan Teluk sebagai bagian dari strategi attrition warfare.

Dengan biaya produksi drone yang murah Iran mampu menguras habis rudal pencegat mahal milik AS dan sekutunya di kawasan.

Para analis militer memperkirakan bahwa strategi ini akan terus berlanjut selama konflik masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.

Sementara itu AS terus mengirimkan pasukan tambahan dan peralatan militer ke kawasan untuk memperkuat posisinya menghadapi Iran.

Dunia internasional menanti perkembangan selanjutnya dari konflik yang semakin kompleks dan melibatkan berbagai aktor di kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved