Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Korban luka di Israel tembus 2.700 orang, 11 dalam kondisi serius usai gelombang ke-40 serangan Iran

 Tulis headline konflik Iran-Israel

Repelita Tel Aviv - Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel terus menimbulkan korban di pihak Zionis dengan jumlah yang terus bertambah setiap hari.

Kementerian Kesehatan Israel pada Kamis, 12 Maret 2026 merilis data terbaru yang menunjukkan jumlah pemukim yang terluka akibat serangan balasan Iran telah melampaui 2.700 orang.

Laporan resmi yang dikeluarkan otoritas kesehatan menyatakan bahwa 2.745 pemukim Israel telah dirawat di rumah sakit sejak awal perang pada 28 Februari 2026.

Dari jumlah tersebut, 85 orang masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.

Data ini menggambarkan dampak perang yang terus dirasakan oleh warga sipil di tengah konflik berkepanjangan.

Laporan kementerian tersebut tidak menyebutkan jumlah korban jiwa di kalangan Zionis secara rinci.

Selain itu kementerian tersebut mengindikasikan bahwa 179 pemukim Israel dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Israel ini sejalan dengan laporan dari lembaga riset Institute for National Security Studies di Universitas Tel Aviv.

Lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa 14 warga Israel telah tewas akibat serangan Iran sejak dimulainya perang.

Dari 85 pasien yang masih dirawat, 11 di antaranya berada dalam kondisi serius dan membutuhkan perawatan intensif.

Sementara itu dari 179 korban dalam 24 jam terakhir, empat orang mengalami luka sedang dan 18 lainnya terkena dampak gelombang kejut dari rudal yang meledak.

Sumber-sumber berita melaporkan pengaktifan sirene peringatan di Tel Aviv dan wilayah Al-Quds yang diduduki.

Front domestik Israel mengumumkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di Tel Aviv dan di komunitas pemukim di seluruh wilayah Al-Quds yang diduduki menyusul deteksi rudal Iran.

Serangan terbaru ini merupakan bagian dari gelombang ke-40 Operasi Janji Sejati-4 yang dilakukan Iran bersama Hizbullah.

Korps Garda Revolusi Islam mengonfirmasi bahwa operasi gabungan ini berlangsung selama lima jam tanpa henti dengan nama sandi "Ya Amirul Mukminin as".

Serangan ini menggunakan kombinasi rudal Ghadr, Emad, Kheibarshekan, dan Fattah dari IRGC serta serangan drone dan rudal dari Hizbullah Lebanon.

Lebih dari lima puluh posisi di seluruh wilayah pendudukan menjadi target, termasuk pangkalan militer di Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Beer Sheba di selatan.

Israel menerapkan sensor ketat terhadap pemberitaan korban akibat rudal yang diluncurkan Iran dan Hizbullah serta melarang peredaran rekaman terkait.

Pembatasan ini membatasi akses publik terhadap informasi tentang skala penuh kerusakan dan korban yang sebenarnya.

Media Israel mengakui bahwa tembakan rudal dari arah Iran ke Israel dalam 24 jam terakhir telah meningkat secara signifikan.

Akibatnya warga di wilayah pendudukan menggambarkan kehidupan mereka sebagai kehidupan di balik bunyi sirene yang terus menerus dan terpenjara dalam bunker-bunker.

Seorang jurnalis Israel Yair Pinto bahkan menyerukan bantuan internasional bagi warga Zionis yang mengungsi ke tempat perlindungan.

"Sirene berbunyi. Keluarga-keluarga bergegas ke tempat perlindungan. Namun di balik itu, krisis lain sedang terjadi yakni dapur kosong di seluruh Israel. Bantu para korban tersembunyi dari perang ini," tulisnya.

Israel dan Amerika terus melanjutkan serangan ofensif bersama terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Serangan awal ini menewaskan sekitar 1.300 orang menurut otoritas Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dan puluhan pejabat tinggi lainnya.

Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat pangkalan militer Amerika.

Pertukaran serangan ini telah menyebabkan kehancuran luas di kedua negara dengan lebih dari 9.000 target di Iran terkena serangan dan ribuan bangunan rusak di kota-kota Israel.

Media Israel melaporkan bahwa serangan rudal Iran atau pecahannya jatuh di dekat Tel Aviv menyebabkan kerusakan material dan bangunan terdampak.

Layanan ambulans Israel mengatakan beberapa orang terluka saat berlari menuju tempat perlindungan di area Tel Aviv.

Jumlah korban luka mencapai 2.745 orang sejak dimulainya perang pada 28 Februari 2026 dengan 85 masih dirawat termasuk 11 dalam kondisi serius.

Institute for National Security Studies mengonfirmasi 14 warga Israel tewas akibat serangan Iran.

179 pemukim terluka dalam 24 jam terakhir, empat di antaranya dalam kondisi sedang dan 18 terkena dampak gelombang kejut rudal.

Sensor ketat diberlakukan Israel terhadap pemberitaan korban dan kerusakan akibat serangan Iran dengan warga menggambarkan kehidupan mereka sebagai terjebak di balik bunyi sirene yang terus menerus.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved