Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jusuf Kalla Sebut Donald Trump Sakit Jiwa: Selalu Cari Perang, Bukan Perdamaian

 Jusuf Kalla Sebut Presiden AS Donald Trump Sakit Jiwa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami gangguan kejiwaan dalam menanggapi eskalasi konflik akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut Jusuf Kalla pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump selalu mencari-cari alasan untuk melakukan penyerangan terhadap negara lain sehingga hal itu menunjukkan kondisi kejiwaan yang tidak normal.

Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada presiden Amerika Serikat sebelumnya yang memiliki kebijakan seburuk Trump karena lebih sering memicu peperangan daripada berupaya menciptakan perdamaian di dunia.

Jusuf Kalla menilai Donald Trump kerap mengambil keputusan berdasarkan insting semata dan secara instan tanpa pertimbangan mendalam sehingga kebijakannya cenderung memprovokasi konflik berkepanjangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat mengikuti acara Ngobrol Seru by IDN Times bersama Pemimpin Redaksi Uni Lubis di kediaman pribadinya di Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu 4 Maret 2026.

Jusuf Kalla juga mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan presiden mantan wakil presiden mantan Menteri Luar Negeri serta ketua umum partai politik di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026 malam.

Dalam pertemuan tersebut Prabowo Subianto menyampaikan pandangan serta informasi strategis terkait situasi geopolitik terkini termasuk perkembangan di Timur Tengah dan kunjungan luar negeri yang telah dilakukan sebelumnya.

Prabowo juga memaparkan kondisi sebelum dan sesudah eskalasi konflik yang melibatkan Iran serta sikap serta pendirian Indonesia terhadap situasi tersebut.

Salah satu hal yang dibahas adalah langkah Indonesia bergabung dalam forum yang disebut Board of Peace atau BoP yang dianggap sebagai satu-satunya cara sementara untuk meredam konflik yang sedang berlangsung.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa meskipun langkah bergabung dengan BoP menuai berbagai pandangan ia menilai opsi tersebut layak dipertimbangkan sebagai upaya diplomatik untuk menghentikan konflik setidaknya untuk sementara waktu.

Selain itu Jusuf Kalla menyinggung perjanjian resiprokal yang baru saja diteken antara Indonesia dan Amerika Serikat sehingga posisi Presiden Prabowo menjadi terikat dan ruang geraknya dalam menyikapi Iran menjadi terbatas.

Ia menilai perjanjian tersebut terlalu memihak kepada Amerika Serikat karena memberikan hak yang jauh lebih banyak kepada pihak Amerika dibandingkan Indonesia sehingga Indonesia harus mengikuti kebijakan Amerika tanpa bisa bertentangan.

Jusuf Kalla menyampaikan kepada Prabowo agar Indonesia tidak terlalu mengikuti arah kebijakan Amerika Serikat hanya karena persoalan tarif karena menurutnya tarif tersebut tidak terlalu signifikan dan yang menanggung beban adalah pihak Amerika sendiri.

Meskipun perjanjian resiprokal telah terjadi Jusuf Kalla berharap masih ada ruang untuk penyesuaian terutama jika muncul perkembangan hukum baru di Amerika Serikat yang dapat menjadi dasar keputusan baru.

Secara keseluruhan pertemuan di Istana berlangsung dalam suasana terbuka di mana Presiden Prabowo menjelaskan alasan di balik penandatanganan perjanjian serta keputusan terkait Board of Peace.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved