
Repelita Washington - Amerika Serikat dikabarkan sedang mengerahkan kapal serbu amfibi modern USS Tripoli yang membawa ribuan pasukan Marinir AS menuju Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang telah memasuki minggu ketiga .
Sebagaimana dilansir kantor berita Jepang NHK World Japan, Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat 13 Maret 2026 bahwa Departemen Pertahanan AS mengerahkan Marinir dan kapal perang tambahan ke Timur Tengah karena militer Iran meningkatkan serangan di Selat Hormuz .
Disebutkan bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah menyetujui permintaan dari Komando Pusat AS di wilayah Timur Tengah untuk pengiriman pasukan tambahan tersebut .
Hal tersebut menandai sebuah eskalasi baru terhadap konflik militer besar yang tengah terjadi antara Israel dan AS dengan Iran yang telah memasuki pekan kedua .
Terlebih pada hari Sabtu lalu 15 Maret 2026 melalui media sosialnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah melakukan pengeboman terdahsyat dalam sejarah Timur Tengah terhadap target militer di Pulau Kharg yang terdapat fasilitas kilang minyak terpenting Iran .
USS Tripoli adalah kapal serbu amfibi modern milik Angkatan Laut AS yang merupakan kapal serbu amfibi kelas Amerika kedua AL AS dan kapal ketiga yang memakai nama USS Tripoli .
Kapal ini mulai dibangun pada tahun 2014 oleh pabrikan Huntington Ingalls Industries, diluncurkan pada tahun 2017 dan memasuki dinas resmi di AL AS pada tahun 2020 silam .
USS Tripoli memiliki dimensi panjang 257 meter dan bobot muatan penuh sekitar 44.971 ton yang menjadikannya salah satu kapal serbu amfibi terbesar di dunia .
Penamaan kapal serbu amfibi ini diambil dari peristiwa pertempuran yang melibatkan pasukan Marinir AS dalam pertempuran "Battle of Derna" melawan Ottoman Tripolitania di tahun 1805 yang dimenangkan oleh Marinir AS .
Pertempuran tersebut merupakan intervensi militer ke luar negeri pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang kemudian diabadikan dalam himne Marinir AS .
Japan Today melansir sekitar 2.500 pasukan Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa beserta kapal serbu amfibi USS Tripoli dan gugus tempurnya telah diperintahkan menuju Timur Tengah .
Ribuan pasukan Marinir AS tersebut diangkut oleh USS Tripoli dan sejumlah kapal gugus tempurnya yang terdiri dari kapal penjelajah dan kapal perusak .
Menurut laman Britannica, United States Marine Corps adalah salah satu satuan pasukan paling terkenal dalam tubuh militer AS yang dikenal dengan semboyannya dalam bahasa latin Semper Fi yang memiliki arti selalu setia .
Pasukan Marinir AS telah melakukan lebih dari 300 pendaratan di pantai musuh dan beraksi dalam setiap konflik militer besar yang melibatkan kekuatan laut AS sejak tahun 1775 .
USS Tripoli adalah kapal serbu amfibi yang sangat diandalkan oleh militer AS untuk operasi amfibi baik yang menggunakan kendaraan pendarat dari laut maupun via udara melalui helikopter .
Kapal serbu amfibi ini memiliki unit aviasi tempur mandiri yang terdiri atas jet tempur dan helikopter angkut pasukan serta helikopter serang yang dapat memberikan dukungan mandiri untuk operasi pendaratan .
Dilansir Military Watch Magazine, salah satu armada aviasi tempur yang dibawa oleh kapal serbu amfibi ini adalah jet tempur generasi kelima F-35 varian B milik skuadron tempur Marinir AS .
Salah satu keunikan dari F-35 B ini adalah kemampuannya untuk melakukan lepas landas dan mendarat secara vertikal yang memungkinkan operasi dari kapal tanpa landasan pacu panjang .
Sebagai informasi terdapat 3 varian F-35 yakni F-35A yang dioperasikan oleh AU AS untuk landasan konvensional, F-35 B dioperasikan oleh Marinir AS untuk operasi amfibi, dan F-35C dioperasikan oleh AL AS untuk beroperasi dari kapal induk .
Gugus tempur USS Tripoli juga diperkuat oleh kapal penjelajah rudal kelas Ticonderoga USS Robert Smalls dan kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Rafael Peralta .
Pengerahan ini merupakan yang terbesar dari kawasan Indo-Pasifik sejauh ini, menandakan keseriusan AS dalam merespons eskalasi Iran di Selat Hormuz yang mengancam pasokan minyak dunia .
Para analis militer memperkirakan gugus tempur ini akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam satu hingga dua minggu ke depan tergantung kondisi navigasi .
Sementara itu Iran terus meningkatkan serangan balasan dengan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk sebagai respons atas agresi yang dilancarkan .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

