Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

48 jam setelah minta maaf, Iran kembali bombardir negara-negara Arab

 Gabungan tiga gambar konflik

Repelita Teheran - Militer Republik Islam Iran kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Arab di Timur Tengah pada Senin 9 Maret 2026 meskipun dua hari sebelumnya presiden menyatakan permintaan maaf serta janji penghentian serangan terhadap tetangga.

Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan bahwa serangan tersebut merupakan gelombang ke-tiga puluh Operasi Janji Sejati 4 yang dilaksanakan dengan keberhasilan penuh.

IRGC menyatakan bahwa serangan ini bertepatan dengan terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam.

Serangan menyasar pangkalan Amerika Serikat di kawasan serta wilayah pendudukan utara menggunakan rudal Khorramshahr Fattah dan Kheibar serta drone strategis.

Pusat Komunikasi Nasional Bahrain melaporkan bahwa fasilitas Bahrain Petroleum Company di desa Maameer mengalami kebakaran akibat serangan Iran pada hari yang sama.

Lembaga tersebut menegaskan bahwa api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran tanpa menimbulkan kerusakan material signifikan.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa Iran meluncurkan belasan rudal balistik serta drone ke wilayah mereka pada 9 Maret 2026.

Pertahanan udara UEA mendeteksi lima belas rudal balistik di mana dua belas di antaranya berhasil dihancurkan sementara tiga lainnya jatuh ke laut.

Selain itu delapan belas drone terdeteksi dengan tujuh belas berhasil dicegat dan satu drone jatuh tanpa menimbulkan dampak lebih lanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Kementerian Pertahanan UEA di platform X.

Sebelumnya pada Sabtu 7 Maret 2026 Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk tetangga atas dampak serangan yang meluas.

Ia menegaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara telah memutuskan untuk tidak lagi menargetkan negara tetangga kecuali jika ada serangan yang berasal dari wilayah mereka.

Permintaan maaf tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah dan dikutip dari kantor berita AFP.

Serangan hari ini menunjukkan bahwa janji penghentian tidak berlaku bagi target pangkalan Amerika Serikat serta kepentingan terkait di kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved