
Repelita Jakarta - Menteri Pertahanan Safri Samsudin menyampaikan pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto yang mengejutkan seluruh direksi bank milik negara atau Himbara akan dirombak secara menyeluruh tanpa kompromi.
Pernyataan itu disampaikan Safri di podium retret Persatuan Wartawan Indonesia yang berlangsung di Pusat Kompetensi Bela Negara Cibodas Kabupaten Bogor.
Menurut Safri Presiden Prabowo menilai bank-bank plat merah selama ini terlalu condong melayani taipan dan korporasi besar sementara pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta rakyat kecil terabaikan.
Kebijakan kredit triliunan rupiah lebih sering mengalir ke segelintir pengusaha kuat tanpa dampak signifikan bagi perekonomian rakyat secara luas.
Safri menekankan bahwa bank negara seharusnya berfungsi sebagai penggerak ekonomi nasional bukan sekadar mengejar keuntungan semata.
Presiden Prabowo menghendaki perubahan mendasar sehingga direksi lama yang terikat jejaring kepentingan akan digantikan sepenuhnya oleh figur baru dari luar lingkaran BUMN.
Figur pengganti diharapkan profesional nasionalis dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat kecil serta UMKM.
Langkah ini dimaksudkan mengubah paradigma perbankan negara dari pelayan kelompok elit menjadi instrumen kedaulatan ekonomi yang inklusif.
Data perbankan menunjukkan porsi kredit korporasi masih mendominasi sering kali melebihi empat puluh persen sementara kredit UMKM jauh tertinggal dari target pemerintah.
Ironisnya hal tersebut terjadi pada bank seperti BRI yang sejak didirikan pada tahun 1895 memiliki misi membantu pedagang kecil dan petani.
Safri juga mengkritik praktik penggunaan agunan berbasis Hak Guna Usaha yang memudahkan korporasi besar mendapatkan kredit besar dengan jaminan lahan negara.
Sementara jutaan pelaku UMKM kesulitan mengakses pembiayaan karena ketiadaan sertifikat tanah yang layak.
Pola ini menciptakan ketimpangan berkelanjutan di mana kekayaan semakin terkonsentrasi risiko ditanggung negara dan masyarakat di sekitar area eksploitasi tetap dalam kemiskinan.
Reformasi direksi Himbara diharapkan menjadi titik balik untuk mengarahkan aliran modal lebih merata mendukung sektor produktif rakyat dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
Jika terealisasi langkah ini bukan sekadar pergantian personel melainkan pergeseran paradigma besar dalam peran bank negara di Indonesia.
Editor: 91224 R-ID Elok

