Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] GEGER Ulat Hidup Ditemukan di Rantang Makan Bergizi Gratis SMKN 3 Gowa

 

Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 3 Gowa Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa menjadi perhatian setelah seorang siswa menemukan seekor ulat hidup di dalam rantang makanan yang dibagikan pada Senin 2 Februari 2026.

Insiden itu terjadi saat siswa membuka paket makanan sebelum menyantap menu MBG di lingkungan sekolah.

Siswa yang bersangkutan melihat benda bergerak di dalam rantang kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada wali kelas melalui grup WhatsApp kelas.

Wali Kelas XI SMKN 3 Gowa Awaludin Abidin membenarkan laporan dari siswa yang mengirim pesan langsung ke grup WhatsApp.

“Awalnya ada siswa yang melapor di grup WhatsApp. Dia buka rantangnya, ternyata menemukan satu ekor ulat, lalu saya sampaikan ke kepala sekolah,” kata Awaludin.

Ia menjelaskan bahwa ulat tersebut masih hidup saat pertama kali ditemukan di dalam rantang makanan.

Setelah dibersihkan siswa yang bersangkutan tetap melanjutkan makanannya tanpa keluhan kesehatan.

Awaludin menyatakan bahwa pihak sekolah biasanya melakukan pengecekan rutin terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Biasanya kita tes dan buka dulu sebelum dibagikan. Guru juga ikut konsumsi,” imbuhnya.

Menurutnya kejadian temuan ulat hidup ini merupakan yang pertama sejak program MBG berjalan di sekolah tersebut sekitar dua bulan lalu.

Pihak sekolah langsung menyampaikan laporan resmi kepada kepala sekolah yang kemudian diteruskan ke pengelola MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk evaluasi lebih lanjut.

“Saya sudah serahkan ke kepala sekolah dan diteruskan ke pihak pengelola MBG,” ungkap Awaludin.

Ia memastikan siswa yang menemukan ulat tersebut dalam kondisi sehat tanpa gangguan kesehatan apapun setelah kejadian.

Kepala SPPG Bonto-Bontoa Fadli juga membenarkan adanya laporan temuan ulat dalam menu MBG yang disalurkan ke SMKN 3 Gowa.

Ia menyatakan pihaknya akan lebih waspada dan memperketat pengawasan untuk menjaga kualitas makanan.

“Tindakan kami tentu lebih waspada lagi. Proses sterilisasi sebenarnya sudah kami lakukan sesuai juknis dari BGN,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa sebelum distribusi pihaknya rutin melakukan uji organoleptik terhadap seluruh menu yang disiapkan.

“Kami sudah cek dan test organoleptik, kondisinya baik. Tapi dengan kejadian ini, pengawasan harus lebih diperkuat,” katanya.

Ia menduga sumber ulat kemungkinan berasal dari buah rambutan yang menjadi bagian menu pada hari tersebut.

“Kecurigaan kami dari buah. Ini hari memang menggunakan buah rambutan, kemungkinan ulat berasal dari situ,” tambah Fadli.

Pasca kejadian SPPG Bonto-Bontoa berkomitmen memperketat seluruh tahapan mulai dari pembersihan bahan proses memasak hingga distribusi.

Ompreng atau rantang makanan akan diperiksa secara teliti sebelum disalurkan ke sekolah.

Setelah makanan selesai dimasak dilakukan pengecekan ulang kebersihan dan ketelitian terhadap bahan serta makanan sebelum distribusi.

Menu MBG pada hari kejadian terdiri dari chicken katsu sayuran salad dan buah rambutan sebagai pelengkap.

SPPG Bonto-Bontoa saat ini menyuplai program MBG ke empat sekolah di Kabupaten Gowa dengan total penerima manfaat mencapai tiga ribu seratus dua puluh dua orang.

Kejadian ini menjadi yang pertama sejak SPPG mulai beroperasi pada 24 November lalu.

Jumlah penerima manfaat di SMKN 3 Gowa sendiri mencakup seribu tujuh ratus satu siswa dan seribu seratus tiga puluh guru serta tenaga pendidik.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved