Repelita Washington D.C. - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintahannya dalam menanggulangi masalah kelaparan serta malnutrisi pada anak-anak melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang sangat signifikan, di mana setiap investasi yang dikeluarkan dapat menghasilkan pengembalian hingga tiga puluh lima kali lipat dalam jangka panjang.
Pidato tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo pada acara Business Summit Amerika Serikat-ASEAN yang diselenggarakan di U.S. Chamber of Commerce pada Kamis, 19 Februari 2026.
Konsep Program Makan Bergizi Gratis terinspirasi dari kebijakan serupa yang telah lama diterapkan di Amerika Serikat serta berbagai negara Eropa, di mana makanan gratis disediakan bagi para pelajar.
Menurut Presiden Prabowo, demokrasi sejati harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Program ini menjadi upaya nyata untuk mengatasi tingginya angka stunting yang masih mencapai sekitar seperempat dari total anak-anak di Indonesia.
Presiden menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut, karena stunting menyebabkan perkembangan sel otak, tulang, serta otot anak tidak optimal sehingga berdampak pada kelemahan fisik di masa dewasa.
Pendanaan program sepenuhnya bersumber dari penghematan anggaran negara yang diperoleh melalui pemangkasan berbagai bentuk inefisiensi serta penyalahgunaan dana.
Presiden menepis anggapan bahwa kebijakan ini merupakan pemborosan, melainkan merupakan realokasi sumber daya yang diprioritaskan untuk kepentingan rakyat.
Beberapa lembaga internasional mengakui program pemberian makan gratis sebagai investasi strategis yang sangat menguntungkan.
Sebuah lembaga riset di Amerika Serikat menemukan bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan pada program semacam ini dapat memberikan pengembalian minimal tujuh dolar, bahkan mencapai tiga puluh lima kali lipat dalam periode jangka panjang.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dampak ekonomi dari program tersebut telah mulai terlihat secara nyata.
Konsumsi domestik pada bulan Januari mencapai tingkat tertinggi dalam kurun waktu sepuluh hingga lima belas tahun terakhir.
Beberapa pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia melaporkan peningkatan tersebut langsung kepada Presiden.
Pemerintah telah mendirikan sekitar dua puluh tiga ribu dapur program di berbagai desa, dengan masing-masing dapur mempekerjakan kurang lebih lima puluh orang.
Pelaksanaan program ini turut meningkatkan permintaan terhadap bahan pangan lokal seperti telur, ayam, serta berbagai jenis sayuran sehingga memberikan kepastian pasar bagi para petani.
Efek pengganda ekonomi di wilayah pedesaan menjadi semakin kuat melalui mekanisme tersebut.
Program ini juga berkontribusi pada penguatan stabilitas sosial dan politik melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Produksi beras nasional telah mencapai rekor tertinggi, sementara swasembada hampir tercapai untuk sebagian besar komoditas pangan utama.
Presiden Prabowo memilih untuk memfokuskan penyampaiannya pada poin-poin utama terkait program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi rakyat.
Ia menyatakan bahwa masih banyak capaian lain pada tahun pertama pemerintahannya, namun ia sengaja mempersingkat pidato agar lebih efektif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

