
Repelita Jakarta - Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan dukungan teguh dan penuh keyakinan negaranya terhadap Israel saat ini dan seterusnya dalam pidato bersejarah di parlemen Israel Knesset pada Rabu waktu setempat.
Pidato tersebut menjadi kunjungan pertama Modi ke Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan operasi militer besar-besaran Israel di Gaza yang menewaskan lebih dari 70.000 orang.
Modi menyampaikan belasungkawa mendalam atas kematian sekitar 1.200 orang sebagian besar warga Israel dalam serangan tersebut.
Kami merasakan penderitaan Anda dan turut berduka ujar Modi di hadapan anggota parlemen Israel.
Ia menekankan bahwa seperti Israel India juga menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap terorisme tanpa standar ganda dalam penanganan ancaman keamanan.
Modi menyatakan kekaguman besar rakyat India terhadap keteguhan keberanian serta pencapaian Israel selama ini.
Ia juga menyoroti hubungan historis kedua negara yang telah terjalin lebih dari dua ribu tahun sebagai dasar kuat persahabatan bilateral.
Modi menyampaikan komitmen bersama untuk memperluas perdagangan memperkuat arus investasi serta mendorong pengembangan infrastruktur bersama antara kedua negara.
Terkait konflik Gaza Modi menyebut Inisiatif Perdamaian Gaza yang didukung Dewan Keamanan PBB sebagai jalur menuju stabilitas kawasan.
Ia menegaskan dukungan kuat India terhadap rencana perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kami percaya rencana ini menjanjikan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat di kawasan termasuk dengan menyelesaikan isu Palestina kata Modi.
Sejak lama India mendukung solusi dua negara yaitu pembentukan negara Palestina yang berdaulat layak dan merdeka dalam batas wilayah yang diakui serta disepakati bersama hidup berdampingan secara damai dengan Israel.
Pada 31 Januari lalu Modi juga menegaskan kepada delegasi menteri luar negeri negara-negara Arab bahwa India mendukung rakyat Palestina dan menyambut upaya perdamaian yang sedang berlangsung termasuk rencana damai Gaza.
Amerika Serikat sebelumnya mengundang India bersama sekitar 60 negara lainnya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Trump sebagai upaya global penyelesaian konflik dengan fokus awal pada Gaza.
Meski belum bergabung secara resmi India menghadiri pertemuan perdana dewan tersebut pada 19 Februari sebagai negara pengamat.
Dewan Perdamaian Gaza akan menjadi bagian dari tahap kedua proposal gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang didukung Amerika Serikat.
Resolusi Dewan Keamanan PBB pada November lalu memberikan mandat kepada dewan tersebut untuk mengawasi Gaza setidaknya hingga akhir 2027.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

