Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tantang Presiden Prabowo Debat Terbuka di Kampus: Datang Langsung Hadapi Kritik Mahasiswa

 Akui Tak Punya Pasangan, Ketua BEM UGM Diserang Isu Asusila dan LGBT Usai  Kritik Program MBG Prabowo - FAJARSULSEL

Repelita Yogyakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, kembali mengemukakan pandangan tajamnya mengenai kondisi sosial masyarakat yang menurutnya belum tercermin secara akurat dalam berbagai laporan resmi pemerintah.

Pernyataan tersebut ia sampaikan secara langsung ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah perbincangan terbuka di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up yang membahas berbagai persoalan kebangsaan.

Tiyo menegaskan bahwa ia lebih memilih menyampaikan pandangannya langsung kepada presiden tanpa melibatkan perantara dari lingkaran kekuasaan karena ia meragukan kemampuan mereka dalam menyampaikan fakta lapangan secara jujur dan lengkap.

Ia menilai terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara data administratif yang diterima pemerintah dengan realitas yang benar-benar dialami oleh rakyat di berbagai daerah. Oleh karena itu, Tiyo menolak segala bentuk pertemuan tertutup dengan kepala negara dan lebih memilih ruang dialog yang terbuka serta melibatkan banyak pihak.

Sebagai alternatif, ia secara tegas mengundang Presiden Prabowo untuk hadir langsung di kampus Universitas Gadjah Mada guna berdiskusi secara terbuka bersama para mahasiswa. Menurutnya, forum semacam itu akan memungkinkan mahasiswa untuk menguji serta mendebat data dan kebijakan yang selama ini menjadi pegangan pemerintah.

Ia menekankan bahwa mahasiswa siap menyediakan panggung terbuka agar presiden dapat menyampaikan keyakinannya, sementara mahasiswa memberikan tanggapan secara langsung dan kritis.

Tiyo juga mengkritik pendekatan kebijakan yang terlalu mengandalkan angka-angka statistik serta laporan tertulis yang telah melalui berbagai penyaringan sehingga kehilangan nuansa kemanusiaan. Ia berpendapat bahwa kondisi masyarakat tidak dapat direduksi hanya menjadi deretan data karena realitas sosial memerlukan pengamatan langsung di lapangan.

Narasi bahwa keadaan negara sedang berjalan dengan baik perlu diuji ulang melalui pertemuan langsung dengan rakyat agar tidak hanya bergantung pada informasi yang disajikan oleh orang-orang terdekat presiden.

Tiyo menyampaikan pertanyaan reflektif yang cukup menggugah mengenai sejauh mana presiden akan terus menerima informasi yang mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kebenaran. Ia menegaskan bahwa kritik yang dilontarkannya berasal dari rasa prihatin mendalam terhadap arah kebijakan yang dianggap belum menyentuh akar persoalan utama masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Tiyo menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penggunaan kata tertentu dalam pernyataannya. Ia mengakui bahwa pemilihan diksi tersebut memang dapat menimbulkan kegelisahan di kalangan sebagian masyarakat dan ia memohon maaf atas dampak yang ditimbulkannya.

Meski demikian, Tiyo menjelaskan bahwa maksud dari kata tersebut bukanlah serangan pribadi melainkan kritik terhadap inkompetensi yang dianggap melekat dalam tata kelola kebijakan negara. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved