Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Balas Emoji Monyet Pejabat BGN: Monyet Tak Pernah Korupsi, Lebih Terasa Pujian Ironis

 

Repelita Yogyakarta - Jagat media sosial kembali memanas akibat benturan antara kritik mahasiswa dan tanggapan pejabat negara, dengan pusat perhatian tertuju pada Tiyo Ardianto selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang merilis pernyataan bertajuk Emoji Monyet.

Polemik ini berawal dari video kritik yang diunggah Tiyo terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional, di mana ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut wajar mendapat pengawasan publik terutama dari kalangan mahasiswa demi kepentingan masyarakat luas.

Video tersebut kemudian viral dan memicu berbagai reaksi, termasuk komentar bernada keras dari akun Instagram terverifikasi sonysonjayabd yang menulis BODO ???

Telah memberi makan kepada 60 juta Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan peserta didik, telah menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, telah menyerap hasil tani, hasil kebun, hasil budidaya ikan, hasil ternak……lah… yg orasi telah menghasilkan apa ? ? …. jadine diikuti emoji monyet.

Tiyo Ardianto memilih merespons dengan nada reflektif melalui pernyataan tertulis alih-alih membalas secara emosional, menekankan bahwa yang dipertaruhkan bukan martabat pengkritik melainkan tingkat kedewasaan penguasa dalam menghadapi pandangan berbeda tanpa merasa terganggu.

Menurutnya kritik yang disampaikan lahir dari rasa cinta terhadap bangsa dan bukan serangan pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap arah kebijakan publik yang berdampak langsung pada rakyat.

Tiyo kemudian menganalisis makna simbolis emoji monyet tersebut dalam konteks moral yang lebih luas, menyatakan bahwa manusia dan monyet sama-sama primata namun monyet tidak pernah mengklaim diri sebagai makhluk paling mulia.

Ia menambahkan bahwa monyet tidak pernah melakukan korupsi, menindas sesama, atau menjilat demi jabatan, berbeda dengan sebagian praktik kekuasaan yang dikritiknya.

Lebih lanjut Tiyo mengaitkan simbol tersebut dengan isu integritas pengelolaan program gizi nasional, menulis bahwa monyet tidak menjadi bagian dari mereka yang bermulia-mulia menarasikan pentingnya gizi, tapi diam-diam menjadikan gizi kedok maling.

Di bagian penutup pernyataannya, Tiyo justru membalik makna emoji tersebut menjadi bentuk pujian ironi dengan menyatakan bahwa emoji monyet dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI itu lebih terasa sebagai pujian ketimbang hinaan, lalu menutup dengan ucapan Terima kasih, Irjen Pol. Sony Sanjaya.

Dalam unggahan Instagram pribadinya Tiyo juga menyertakan informasi profil pejabat terkait, menyebut Irjen Pol. Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi yang lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967 dan alumnus Akademi Kepolisian serta berbagai pendidikan kepolisian tinggi lainnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved