
Repelita Makassar - Keterlambatan pencairan dana Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah menimbulkan beban finansial berat bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yang bergantung pada bantuan tersebut untuk melunasi Uang Kuliah Tunggal.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran mendalam bahwa kelangsungan studi mereka terancam terutama bagi mahasiswa dari keluarga ekonomi lemah.
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Muh Zulhamdi Suhafid menyatakan bahwa banyak penerima beasiswa kini kesulitan membayar UKT karena dana belum juga cair.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa sedang merana akibat keterlambatan pencairan sementara tagihan UKT terus menumpuk sehingga menciptakan kondisi darurat bagi mereka.
Zulhamdi menduga keterlambatan ini dipengaruhi oleh alokasi anggaran besar yang difokuskan pada program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya prioritas pemerintah yang terlalu condong ke program MBG berpotensi mengesampingkan sektor pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi investasi utama bangsa.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi jangka panjang negara sehingga tidak boleh dikorbankan demi program lain meskipun memiliki dampak sosial langsung.
Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mendesak pemerintah pusat serta Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera menangani masalah ini secara konkret.
Mereka menilai keterlambatan pencairan bukan sekadar urusan administratif melainkan persoalan serius yang menyangkut masa depan generasi muda bangsa.
Zulhamdi menyerukan agar hak mahasiswa atas pendidikan terpenuhi tanpa hambatan sehingga tidak ada lagi yang terpaksa berhenti kuliah karena kendala biaya.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin akses pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Dewan Eksekutif Mahasiswa juga mengharapkan kejelasan jadwal pencairan serta transparansi penuh dari pihak berwenang agar keresahan mahasiswa dapat segera mereda.
Dengan demikian mahasiswa dapat kembali fokus pada proses pembelajaran tanpa dibayangi tekanan finansial yang berkepanjangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

