
Repelita Teheran - Komandan Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menegaskan bahwa pasukan bersenjata negara itu terutama Angkatan Udara berada dalam kondisi siaga penuh untuk memberikan respons keras terhadap segala bentuk permusuhan baru dari pihak lawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Hatami saat memimpin pertemuan dengan para komandan Angkatan Udara di Teheran pada hari Minggu.
Ia menjelaskan bahwa Angkatan Udara telah menyerap secara maksimal semua pengalaman berharga dari konflik 12 hari pada Juni 2025 dan langsung menerapkannya tanpa membuang waktu sama sekali.
Mayor Jenderal Hatami menyatakan bahwa kini tingkat kesiapan Angkatan Udara sudah sangat tinggi dan sesuai dengan skala ancaman serta dinamika situasi terkini di kawasan.
Ia berharap musuh tidak melakukan kesalahan strategis baru namun menegaskan bahwa bila hal itu terjadi Angkatan Udara akan memimpin respons yang tegas dan menentukan.
Menjawab pertanyaan terkait kehadiran kapal perang Amerika Serikat di wilayah tersebut Mayor Jenderal Hatami menyebut bahwa keberadaan mereka bukan hal baru karena sejak kemenangan Revolusi Islam Iran sudah sering melihat pola serupa dari unit militer AS.
Ia menambahkan bahwa situasi saat ini hanyalah kelanjutan dari pola lama tanpa ada perubahan mendasar yang signifikan.
Mayor Jenderal Hatami menegaskan tugas pokok Angkatan Bersenjata Iran adalah menjaga kesiapan maksimal memantau setiap gerakan musuh secara teliti serta tetap siap memberikan tanggapan yang proporsional dan kuat kapan saja dibutuhkan.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menambahkan bahwa perang regional akan sangat merusak kemajuan serta pembangunan di seluruh kawasan tersebut.
Ia menyatakan bahwa meskipun Iran memiliki kesiapan penuh pihaknya sama sekali tidak berniat memulai konflik semacam itu.
Mayor Jenderal Mousavi merujuk pada putaran terakhir pembicaraan nuklir Iran-AS di Oman dengan menyatakan bahwa Iran menyambut baik jalur diplomasi yang masuk akal tanpa syarat-syarat tidak rasional.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki minat untuk memicu perang regional meskipun sudah mencapai tingkat kesiapan tinggi karena konflik seperti itu akan menghambat perkembangan kawasan selama bertahun-tahun ke depan.
Mayor Jenderal Mousavi memperingatkan bahwa tanggung jawab penuh atas dampak perang regional akan ditanggung oleh para pihak yang memprovokasi terutama Amerika Serikat dan rezim Israel.
Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dalam pernyataannya pada 1 Februari memperingatkan bahwa perang baru yang dimulai oleh Amerika Serikat akan berubah menjadi konflik berskala regional.
“Menurut pendapat saya mereka seharusnya tidak mencoba mengintimidasi bangsa Iran dengan hal-hal seperti itu rakyat Iran tidak terpengaruh oleh pembicaraan semacam ini mereka tidak takut untuk membela kebenaran kami bukanlah inisiator perang kami tidak berusaha menindas siapa pun kami tidak berusaha menyerang negara mana pun namun siapa pun yang menunjukkan keserakahan dan berusaha menyerang atau menyebabkan kerugian akan menghadapi pukulan telak dari bangsa Iran tentu saja Amerika juga harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini akan menjadi perang regional.”(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

