Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Heru Subagia Sebut Pertemuan Said Didu-Prabowo Pengkhianatan Oposisi

 Said Didu: Reshuffle Kabinet Prabowo seperti Menyingkirkan Sapu Kotor :  Okezone News

Repelita Jakarta - Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia mengkritik pertemuan Muhammad Said Didu dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman resmi presiden di Jakarta pada Senin 2 Februari 2026.

Menurut Subagia langkah tersebut bertentangan dengan posisi oposisi yang selama ini diklaim oleh Said Didu beserta kelompoknya sehingga menimbulkan keraguan atas konsistensi sikap mereka.

Heru Subagia yang merupakan lulusan Fisipol UGM menyatakan pertemuan itu berpotensi mencederai integritas kelompok oposisi di luar partai politik.

“Ini sebenarnya adalah pengkhianatan kaum oposisi yang diklaim Said Didu dan teman-temannya” ujarnya kepada fajar.co.id.

Subagia menegaskan pendapatnya mewakili sebagian kelompok oposisi yang tidak setuju dengan pendekatan langsung bertemu pemerintah.

Ia melihat adanya kontradiksi antara narasi merebut kedaulatan rakyat dengan tindakan bertemu figur yang dianggap sebagai representasi struktur kekuasaan saat ini.

“Dalam konteks relasi kekuasaan justru Prabowo saat ini berada sebagai representasi yang menyaplok kedaulatan negara” katanya.

Subagia menambahkan bahwa oposisi seharusnya menjaga jarak dan tidak mengharapkan kompromi langsung dengan pihak berkuasa.

Muhammad Said Didu menjelaskan bahwa pertemuan selama empat jam tersebut membahas agenda pengembalian kedaulatan negara secara mendalam.

Ia menyatakan datang dengan mandat moral untuk membentuk gerakan independen di luar pemerintahan.

“Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat” ujar Said Didu.

Said Didu mengklaim Presiden Prabowo menyatakan keresahan serupa yang dirasakan di dalam pemerintahan terkait kondisi nasional saat ini.

Ia menegaskan gerakan yang dimaksud bukan pendukung pemerintah melainkan murni gerakan kedaulatan rakyat yang independen.

Dalam pertemuan itu Said Didu juga menyoroti konsentrasi kekayaan dan pengaruh yang terpusat pada segelintir elite saja.

“Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mall pedagang kedaulatan” imbuhnya.

Ia memaparkan data bahwa sepuluh orang terkaya di Indonesia mengalami peningkatan kekayaan signifikan sementara tingkat kemiskinan justru meningkat.

Heru Subagia lebih lanjut menganalisis hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo yang diyakini memiliki kesepakatan tersembunyi.

Ia menilai aktivitas politik Joko Widodo masih berperan aktif dalam dinamika kekuasaan nasional saat ini.

Menurut Subagia dinamika ini berpotensi mempolarisasi kekuasaan di tingkat nasional.

“Seandainya posisi yang dimotori Said Didu pada akhirnya jatuh dalam pengaruh Prabowo artinya sesungguhnya saat ini terjadi polarisasi kekuasaan” jelasnya.

Ia berpendapat situasi tersebut justru dapat menguntungkan posisi politik Presiden Prabowo Subianto dalam jangka panjang.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved