
Repelita Jakarta - Rilis arsip Jeffrey Epstein Files oleh pemerintah Amerika Serikat pada Jumat 30 Januari 2026 menyeret nama mantan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun ke perbincangan publik.
Arsip sebanyak tiga juta halaman tersebut memicu viralnya ucapan permintaan maaf dari netizen kepada Dharma Pongrekun setelah email Epstein kepada Bill Gates tahun 2017 terungkap.
Dalam email tersebut Epstein membahas ide pengumpulan informasi kesehatan masyarakat melalui sistem digital yang dikaitkan dengan simulasi pandemi strain.
Cuitan akun @usanewshq pada Senin 2 Februari 2026 menyebut kumpulan berkas Epstein terbaru mengungkap bahwa Bill Gates telah membahas simulasi pandemi strain dengan Jeffrey Epstein sejak tahun 2017.
Cuitan itu juga menyinggung keuntungan sekitar sembilan puluh miliar dolar yang diperoleh Pfizer BioNTech Moderna dan Sinovac dari vaksin Covid-19 pada tahun 2021 hingga 2022.
Banyak netizen menduga simulasi pandemi yang dimaksud Epstein dalam email kepada Bill Gates pada 2017 merujuk pada pandemi Covid-19 yang melanda dunia mulai 2020.
Hal ini mengingatkan publik pada pernyataan Dharma Pongrekun selama debat Pilgub DKI 2024 yang menyebut pandemi Covid-19 sebagai agenda terselubung asing untuk mengambil alih kedaulatan negara.
“Saya paham betul tentang pandemi ini agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara” kata Dharma saat itu.
Ucapan tersebut sempat viral dan mendapat kritik serta ejekan dari masyarakat pada masa kampanye.
Kini setelah email Epstein terungkap netizen ramai menyampaikan permintaan maaf kepada Pongrekun melalui platform X.
"Dia diketawain krn terus bicara elit global tiap kesempatan ternyata anjrit dia benar. Kita aja yg bego nganggep itu omong kosong" tulis akun X @mn.
"Time will tell yaa pak terima kasih sudah meluruskan saya dan minta maaf ya pak dulu sudah ngetawain" sahut akun @rizk.
"Maaf pak dulu meragukan omongannya seharusnya beliau diundang dalam diskusi istana" balas akun @bg_a*.
Editor: 91224 R-ID Elok

