
Repelita Bangkalan - Insiden tidak sportif mewarnai pertandingan babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur grup CC antara Perseta 1970 Tulungagung melawan Putra Jaya Pasuruan di Stadion Gelora Bangkalan.
Pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar menjadi pusat perhatian setelah melakukan tendangan keras ke dada lawan pada menit ke-71.
Korban tendangan tersebut adalah Firman Nugraha dari Perseta yang langsung terjatuh dan terkapar di lapangan.
Firman harus mendapatkan perawatan medis intensif akibat cedera yang dideritanya dari aksi tersebut.
Video kejadian yang menyebar luas di media sosial menunjukkan Hilmi melompat tinggi sebelum mendaratkan tendangan tepat di area dada Firman.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Perseta 1970 Tulungagung dengan skor 7-2 atas Putra Jaya Pasuruan.
Manajemen Putra Jaya Pasuruan dengan cepat mengambil tindakan tegas terhadap pemainnya tersebut.
Melalui akun Instagram resmi @ps.putrajaya, klub mengumumkan pemecatan Hilmi Gimnastiar dari skuad tim.
Dengan adanya Kejadian … yang menyebabkan Cideranya Pemain Perseta 1970 maka kamu Memutuskan untuk melakukan Pemberhentian Kerja Kepada Pemain Kami tulis surat keputusan yang ditandatangani Ketua Harian Gaung Andaka Ranggi.
Hilmi dinilai telah melanggar prinsip permainan adil dengan melakukan tindakan kasar yang tidak dapat ditoleransi.
Menyalahi koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.
Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur juga menjatuhkan hukuman berat pada Selasa 6 Januari 2026.
Hilmi Gimnastiar dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup di semua kompetisi resmi sepak bola Indonesia.
Jurnalis olahraga Ainur Rohman ikut menyuarakan kekecewaannya atas insiden ini melalui akun X pribadinya pada 6 Januari 2026.
Ia mengingatkan bahwa aksi kekerasan di lapangan bukan hal baru di tanah air.
Kiper Taufik Ramsyah tewas setelah mengalami benturan keras di kepala tulisnya sebagai salah satu contoh tragis masa lalu.
Jumadi Abdi tewas setelah perutnya dihajar Deny Tarkas dlm posisi pul sepatu. Jumadi meninggal krn mengalami infeksi berat pd organ dalam tambahnya mengenai kasus lain yang memilukan.
Menurutnya, perilaku barbar semacam ini masih terus terpelihara meski sudah memasuki tahun 2026.
Sudah 2026, tp kelakukan barbar masih aja dipelihara terangnya dengan nada prihatin.
Keulangan insiden kekerasan ini dinilai terus mencoreng citra sepak bola nasional di kancah internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

