Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Usman Hamid: Usut Tuntas Teror DJ Donny dan Aktivis Agar Negara Tak Restui Pembungkaman Kritik

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas rangkaian teror yang menimpa sejumlah tokoh kritis pada akhir tahun 2025.

Korban aksi intimidasi ini antara lain aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, pemusik Ramond Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny, serta Virdian Aurellio dan Sherly Annavita.

Usman menekankan bahwa serangkaian teror tersebut bukanlah peristiwa kriminal biasa, melainkan serangan langsung terhadap hak kebebasan berekspresi yang dijamin oleh undang-undang dasar.

Bentuk ancaman yang dialami beragam, mencakup pengiriman bangkai ayam, pelemparan telur busuk, tindakan perusakan, lemparan bom molotov, serta intimidasi melalui dunia maya.

Semua pola serangan ini memiliki kesamaan dalam upaya menciptakan rasa takut secara sistematis di kalangan masyarakat.

Inti dari intimidasi ini adalah upaya meredam kritik terhadap lemahnya respons pemerintah dalam menangani krisis ekologis di Sumatra yang dipicu oleh kebijakan yang memfasilitasi penggundulan hutan.

Suara kepedulian kemanusiaan serta tuntutan perbaikan kebijakan justru dijawab dengan kekerasan baik secara fisik maupun digital.

Pesan berisi ancaman “Mulutmu Harimaumu” yang diterima para korban menunjukkan rendahnya wibawa penegakan hukum saat ini.

Kondisi tersebut membuat pelaku merasa bebas beraksi tanpa khawatir terhadap konsekuensi hukum.

Usman memperingatkan bahwa jika kasus-kasus teror ini dibiarkan tanpa pengungkapan menyeluruh, negara akan dianggap secara tidak langsung memberikan persetujuan terhadap praktik pembungkaman kritik.

Langkah pembiaran itu juga akan memperkuat kekhawatiran Amnesty bahwa tahun 2025 menjadi masa kemunduran signifikan dalam perlindungan hak asasi manusia di tingkat nasional.

DJ Donny telah mengambil langkah resmi dengan melaporkan semua bentuk teror yang dialaminya kepada Polda Metro Jaya.

Serangan terberat terjadi pada Rabu 31 Desember 2025 dini hari ketika rumahnya menjadi sasaran lemparan bom molotov.

Insiden pertama dialami oleh istrinya pada Senin 29 Desember 2025 saat menerima paket misterius berisi bangkai ayam yang kepalanya dipotong.

Paket itu dilengkapi tulisan peringatan agar menahan ucapan di media sosial serta foto Donny dengan ilustrasi sayatan di leher.

Pelemparan bom molotov terekam jelas oleh kamera pengawas sekitar pukul 03.00 WIB.

Dua pelaku terlihat melakukan aksi tersebut.

Hujan deras saat itu membuat api cepat padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran besar.

Meski begitu, kendaraan miliknya tetap terdampak.

Donny memilih untuk tidak membersihkan lokasi kejadian agar bukti fisik seperti pecahan kaca dan sisa bahan peledak tetap utuh untuk proses penyidikan.

Rekaman pengawas juga menangkap sosok berpakaian jaket layanan ojek daring yang berulang kali mondar-mandir di sekitar rumah sebelum serangan terjadi.

Seluruh materi visual akan diserahkan kepada pihak berwenang.

Donny menyatakan bahwa ancaman ini telah membahayakan tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarga serta warga di lingkungan sekitar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved